Antisipasi Banjir Susulan, Pemkot Bekasi Dirikan Posko Siaga
Posko yang terletak di pendopo Kantor Walikota Bekasi itu akan disiagakan 24 jam
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ichwan Chasani
TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Pemkot Bekasi membuka Posko Siaga Banjir untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan. Posko yang terletak di pendopo Kantor Walikota Bekasi itu akan disiagakan 24 jam.
Wakil Walikota Bekasi, Ahmad Syaikhu mengatakan dengan adanya posko tersebut, penanganan banjir oleh Pemkot Bekasi diharapkan bisa terintegrasi.
"Selain itu, keberadaan posko ini juga akan mempermudah koordinasi antarinstansi,” kata Syaikhu, Rabu (15/1/2014).
Posko itu akan terus beroperasi dan baru akan ditutup bila kondisi cuaca sudah mulai membaik. Saat ini meski banjir sudah surut dan warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahnya, namun hujan deras masih kerap terjadi di Kota Bekasi. Di posko tersebut, disiapkan sejumlah kebutuhan logistik maupun perlengkapan evakuasi dan penanggulangan korban banjir.
Sejumlah instansi yang bertugas di posko itu diantaranya Dinas Sosial, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), serta Sekretariat Daerah Kota Bekasi.
Berbagai informasi mengenai kondisi terakhir bencana banjir bisa diperoleh di posko itu. Masyarakat juga bisa menghubungi call center posko 0856- 9338-2 419. Dari data-data yang didapat, petugas akan memberikan bantuan sesuai kondisi di lapangan.
"Sudah ada beberapa warga yang menghubungi. Ada yang meminta bantuan, ada yang mau menyalurkan bantuan. Kalau butuh makanan atau obat-obatan kami akan segera kirim, termasuk kalau butuh evakuasi kami akan kirim perahu karet,” kata Syaikhu.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Agus Dharma mengatakan, di posko siaga banjir susulan ini, tersedia 7 perahu karet dengan kapasitas 6 hingga 12 orang, untuk keperluan evakuasi. Tiga perahu diantaranya perahu yang bisa ditempel mesin. Di tempat ini juga tersedia sejumlah kebutuhan logistik untuk pengungsi seperti mie instan, air mineral, selimut dan kids wear.
Selain dari Pemkot Bekasi, kata dia, posko itu juga menerima bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, dan Dinas Sosial Jawa Barat. Sebagai antisipasi, kata Agus, ratusan personel untuk keperluan evakuasi juga disiagakan. Mereka terdiri dari tim rescue Saka Wanabhakti (40 orang), Dinas Sosial (5 orang), Kesbang Polinmas (35 orang), Pramuka Peduli untuk operasional dapur umum (45 orang) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Bekasi 20 orang.
“Kami juga berkoordinasi terus dengan BPBD Jawa Barat dan Polresta Bekasi Kota. Sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak, personel bisa segera disiapkan,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20131210_121455_ilustrasi-banjir-bandang.jpg)