Senin, 18 Mei 2026

Banjir Jakarta

Kawasan Muara Sungai Cisadane di Tangerang Kebanjiran

membuat sejumlah rumah di beberapa kawasan hilir di dekat muara kebanjiran

Tayang:
Wartakota/Banu Adikara
Kondisi bendungan Pasarbaru Cisadane memprihatinkan. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Banu Adikara

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Meluapnya Kali Cisadane akibat kiriman air dari Bendung Batu Belah, Bogor, Jawa Barat membuat sejumlah rumah di beberapa kawasan hilir di dekat muara kebanjiran.

Salah satu desa yang terkena imbas luapan Cisadane adalah Desa Tanjung Burung di Jalan Muara Cisadane, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang. Walau sudah surut, beberapa halaman warga masih tergenang air berwarna kecoklatan.

Pantauan di lapangan pada Rabu (22/1/2014) pagi, ratusan rumah di kawasan RW 06 Desa Tanjung Burung masih nampak kotor dan berlumpur akibat luapan air.

Genangan air sendiri sudah relatif cukup rendah, seperti di Jalan Tanjung Pasir di kawasan RT 12/06 Desa Tanjung Burung. Di halaman rumah warga, ketinggian air berkisar antara 10 sentimeter sampai 30 sentimeter.

Beberapa rumah juga terlihat kosong karena ditinggal pemilik rumahnya mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Sementara beberapa lagi memilih bertahan di rumah masing-masing sambil membersihkan lumpur dan sampah yang masuk ke rumah.

"Air mulai naik dari Selasa (21/1/2014) malam kemarin. Naiknya sekitar pukul 20.00 WIB. Kaget sekali saya. Tahu-tahu air naik," kata Edo (30), warga RT 12/06 Desa Tanjung Burung saat ditemui di posko banjir Desa Tanjung Burung.

Edo mengatakan, air terus masuk ke dalam rumahnya hingga ketinggian 70 sentimeter. Volume air banjir mulai berhenti naik sekitar pukul 01.00 WIB.

"Setelah itu ya sisanya beres-beres saja. Saya belum tidur sama sekali sejak banjir kemarin ini. Istri dan anak saya ungsikan ke rumah keluarga di RW 05 yang tidak kena banjir," kata Edo.

Menurut Edo, ia dan warga sekitar kini membutuhkan suplai makanan serta obat-obatan untuk bertahan sampai banjir benar-benar usai.

"Anak-anak kecil yang kasihan kalau kebanjiran. Mereka kan gampang sekali sakit. Konsumsi juga kami butuhkan disini," ujar Edo.

Ketua RW 06, Abdul Mutholif menambahkan, setidaknya ada 440 kepala keluarga di RW 06 yang diterjang luapan Kali Cisadane pada Selasa malam lalu.

"Kalau semalam memang banyak lari ke RW 05. Tapi pagi tadi sudah kembali lagi untuk beres-beres rumah. Semalam juga air laut sedang pasang, makanya banjirnya cukup tinggi," kata Abdul.

Sementara itu, posko banjir Desa Tanjung Burung sendiri sudah dipenuhi berbagai sumbangan konsumsi.

Gudang posko banjir yang juga merupakan kantor Kepala Desa Tanjung Burung dipenuhi kardus-kardus makanan dari pemerintah daerah maupun pihak kepolisian.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved