Breaking News:

Tiga Bandar Judi Bola Online Dicokok Resmob Polda

"Masing-masing kelompok omzetnya Rp100 Juta per bulan, dan sudah beroperasi selama 4 bulan terakhir."

WARTA KOTA/BUDI SAM LAW MALAU
Tersangka pelaku judi bola online. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aparat Subdit Resmob Polda Metro Jaya membekuk tiga pelaku agen judi bola online yang terbagi dalam dua kelompok di bawah kendali bandar utama di Filipina. Ketiganya: Zemi alias Jimmy, Willliam Widjaya Woenardi, dan Doni Suryanto alias Patkay alias Bokay.

Jimmy dan William merupakan satu kelompok yang dibekuk di home base mereka di Perumahan Duta Gardenia, Benda, Kota Tangerang, 4 Maret 2014 lalu. Sementara Patkay, agen judi bola onlen, kelompok lainnya dibekuk di Komplek Liga Emas, Kelurahan Nusa Jaya, Karawaci, Tangerang juga pada 4 Maret 2014 lalu.

Kanit V Resmob Polda Metro Jaya, AKP Handik Zusen menuturkan ketiga tersangka ini merupakan dua kelompok dibawah bandar utama Y, yang tinggal di Filipina. "Bandar utamanya Y asal Indonesia dan tinggal di Filipina kini menjadi DPO kami. Y ini merupakan. Bandar utama ke tiga tersangka dan pengendalinya," kata Handik di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/4/2014).

Ia menjelaskan Jimmy dan William beroperasi menjadi agen bola judi online melalui situs www.sbobet.com. Sementara Patkay selain melalui www.sbobet.com juga menggunakan situs www.ibcbet.com.

Handik menuturkan dimasing-masing kelompok Y memiliki kredit Rp 1 Miliar rupiah untuk membuka agen judi bola online di Indonesia yang berpusat atau memiliki server di Filipina. "Masing-masing kelompok omzetnya Rp100 Juta per bulan, dan sudah beroperasi selama 4 bulan terakhir," katanya.

Menurut Handik, melalui situs itu konsumen atau pemasang harus melakukan registrasi dahulu dengan membayar uang registrasi minimal Rp50 ribu. Setelah registrasi, konsumen mendapat password masuk untuk memasang taruhan pertandingan sepakbola apapun.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus ini berawal dari Cyber Crime Patrol yang dilakukan pihaknya. "Lalu kami deteksi mereka dengan melalukan profiling," ujar Handik.

Dari sana, kata Handik, pihaknya membekuk ketiga pelaku di dua tempat terpisah di Kota Tangerang. Lokasi dimana mereka dibekuk katanya merupakan home base dimana mereka melakukan operasi judi bola online ini.

Handik menjelaskan dari penangkapan ini pihaknya juga mengamankan barang bukti yakni 5 kartu ATM BCA, 1 token key BCA, 4 laptop, 2 buku tabungan tahapan BCA, 5 HP dan 2 unit router.

Ketiganya, kata Handik, akan dijerat pasal berlapis yakni Pasal 303 KUHP tentang perjudian serta Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang sesuai UU RI Nomor 8/2010 dengan ancaman maksimal diatas 5 tahun penjara. "Kami juga jerat dengan dugaan pencucian uang pada mereka," kata Handik.

Selain itu, katanya, pihaknya juga memburu Y yang menjadi DPO dan kini tinggal di Filipina dengan bekerjasama dengan interpol.(Budi Sam Law Malau)

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved