Jumat, 10 April 2026

Halte Bus di Kebon Jeruk dan Cengkareng Ini Tak Beratap dan Tak Terawat

Halte penumpang yang disediakan bagi warga yang akan menaiki angkutan umum kerap jarang digunakan warga

WARTAKOTA/Wahyu Tri Laksono
Halte bus tidak terawat di Jalan Lapangan Bola, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Halte penumpang yang disediakan bagi warga yang akan menaiki angkutan umum kerap jarang digunakan warga. Alhasil halte tersebut diokupasi para pedagang kaki lima bahkan halte tersebut rusak tak terawat serta ada beberapa halte yang bangkunya hilang dan kanopinya diambil oknum tak bertanggung jawab.

Pantauan di lokasi halte yang rusak itu terdapat di perempatan Rawa Buaya, Cengkareng. Selain sering diokupasi gerobak pedagang. Bangku dan atap bangunan hilang, sehingga kala hujan turun tak bisa digunakan sebagai tempat teduh bagi penumpang. Halte rusak lainnya yakni di Jalan Lapangan Bola, dekat perempatan lampu merah Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Lebih dari separuh atap halte tersebut tidak berkanopi. Dan yang paling parah terdapat di Jalan Panjang menuju Arteri Permata Hijau tak jauh dari gang H. Domang. Rian Hermawan (26) warga yang kerap melintas di kawasan itu mengatakan kanopi halte tersebut kerap dicuri pemulung. Kerusakan itu sudah terjadi sejak sebulan lalu.

"Awalnya karena tertiup angin kencang, terus lepas dan terbang," ujar pemilik warung rokok di halte tersebut ketika ditemui di lokasi halte, Senin (1/9/2014).

Ia menjelaskan, pascaterbang itu setengah lembar kanopi halte sudah dipasang kembali. Tapi, sebagian lagi hilang karena kemungkinan dicuri pemulung. "Itu juga yang pasang saya sendiri. Saya ikat pakai tali rafia. Separuhnya lagi, sudah saya amankan di belakang halte, tapi gak taunya malah hilang. Kayaknya diambil tukang beling (pemulung)," ucap pria bercelana pendek itu.

Menurut pria yang sudah berjualan 3 bulan di tempat tersebut, beberapa hari lalu sejumlah petugas sudah memotret bangunan halte. "Waktu kemarenan sih udah difoto-foto sama petugas. Tapi sampe sekarang belum ada kejelasan kapan diperbaiki," ujarnya.

Tyas Amalia (28) warga yang tengah menunggu angkutan tujuan Lebak Bulus itu mengatakan, sudah sejak lama dirinya tak menunggu bus di halte. Pasalnya halte yang terletak di jalan Panjang dekat Gang H. Domang itu sulit untuk masuknya.

"Gimana mas nunggu busnya, haltenya aja dipagari gitu. Susah kan masuknya udah gitu persis di bawah jembatan penyeberangan dan becek lagi. Angkot enggak ada yang berhenti," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dalam membuat halte disesuaikan, jangan hanya asal saja. "Kan kayak halte yang disitu terkesan bikinnya asal-asalan. Masa ditutupin pagar sama JPO," pungkasnya.(Wahyu Tri Laksono)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved