Rebutan Lapak Picu Bentrokan di Pasar Induk Tangerang
"Jadi dua kelompok ini menguasai lapak-lapak di pasar itu. Masing-masing kelompik sudah punya lapak sendiri yang rutin dimintai iuran," kata Sutarmo.
Laporan Wartawan Warta Kota, Banu Adikara
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG — Kasat Reskrim Polrestro Tangerang, Ajun Komisaris Besar Sutarmo, pada Selasa (16/9) menjelaskan, keributan antara dua kelompok di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tanah Tinggi, Kota Tangerang awalnya karena rebutan lapak.
"Jadi dua kelompok ini menguasai lapak-lapak di pasar itu. Masing-masing kelompik sudah punya lapak sendiri yang rutin dimintai iuran," kata Sutarmo.
Permasalahan dipicu saat salah satu orang dari kelompok Tanah Tinggi menarik iuran dari lapak milik kelompok lainnya, yang didominasi orang-orang Ambon.
"Hal itu langsung memicu keributan besar. Memang dua kelompok ini sudah berselisih dari dulu. Jadi masalah sekecil apapun bisa memicu keributan seperti ini," kata Sutarmo.
Menurut Sutarmo, warga sipil setempat sendiri tidak ada yang terluka atas kejadian tersebut. "Pasar Induk Tanah Tinggi masih kami amankan sampai sekarang," katanya.