Parkir Meter Resmi Beroperasi di Jakarta
Salah satunya masih ada beberapa juru parkir (jukir) kebingungan menggunakan mesin parkir asal Swedia tersebut
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Penerapan parkir meter di Jalan Agus Salim atau dikenal Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 26/09/2014) masih menuai banyak masalah. Salah satunya masih ada beberapa juru parkir (jukir) kebingungan menggunakan mesin parkir asal Swedia tersebut.
Pengamatan Warta Kota, mesin parkir bermerk 'Cale' ini terlihat bentuknya persis seperti mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) atau mesin parkir yang biasa ditemui di mal-mal seluruh Indonesia. Di mesin tersebut, terdapat 1 tombol merah.
Kini, 11 unit mesin seharga Rp 200 juta per-unitnya ini terpasang di sepanjang Jalan Sabang. Namun, diketahui, 11 unit Circuit Closed of television (CCTV) belum terlihat di dekat mesin berwarna merah ini.
Mesin parkir meter yang berdiri tegak dan berjarak masing-masing 25 meter ini, menjadi bahan tontonan warga. Beberapa warga yang melintas di jalan yang dikenal sebagai kawasan kuliner di Jakarta Pusat, ini pun sempat bertanya-tanya akan keberadaan mesin tersebut.
"Ini benda apaan ya? Kok ada di pinggir jalan? Mesin parkir ya?" ucap tanya salah seorang warga di Jalan Sabang.
Tak hanya warga, para pengguna jasa parkir (PJP) yang memarkirkan kendaraannya di bibir Jalan Sabang, sempat bertanya akan terpasangnya mesin berwarna merah terang ini. Awalnya, beberapa dari mereka baik warga atau pun PJP mengira mesin tersebut mesin ATM.
"Saya ngiranya mesin ATM. Tapi kok banyak ini benda. Ini apa sih? Kok ada Dishub segala?" tanya Erni (38), pengunjung Robinson yang memarkirkan sepeda motornya.
Erni yang kerap memarkirkan motornya di bibir Jalan Sabang, baru menyadari mesin tersebut ialah mesin parkir meter yang diterapkan oleh Satuan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Ia pun langsung bertanya-tanya banyak ke salah seorang jukir, yang tengah berdiri tepat bersebalahan dengan mesin parkir tersebut.
"Mas mas.. Saya kan markir di sini. Berarti saya bayar kan? Kalau motor berapa? Caranya bagaimana?" tanya Erni.
Namun, Suwardi (40) terlihat terbata-bata saat menjelaskan tata cara penggunaan parkir meter ke Erni. Pertanyaan banyak wanita berambut panjang ini mengundang tanya kembali ke beberapa warga yang tengah menyaksikan parkir meter tersebut.
Suwardi hanya menjawab "Ini mesin parkir meter mbak. Kalau mau markir bayar dulu. Kalao motor Rp 2 ribu, mobil 5 ribu, dan kalau truk Rp 8 ribu."
Namun, Erni menanyakan kembali pertanyaannya mengenai cara penggunaan mesin asal Swedia ini. Suwardi sempat terbata-bata menunjukkan cara pemakaiannya.
"Ya di situ (mesin parkir meter) kan ada penunjuknya mbak. Lihat aja di situ. Ada tata caranya. Pokoknya, masukkin koin nanti keluar struk atau karcis," jelasnya.
Erni mencoba memasukkan koin miliknya secara langsung. Sebanyak 4 koin pecahan Rp 500 ia masukkan, akan tetapi koin tersebut keluar lagi dari bawah mesin atau tempat dibuangnya koin tersebut. (Panji Baskhara Ramadhan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/20140926_170035_mesin-parkir-meter-kini-sudah-tiba-di-jalan-agus-salim.jpg)