PN Jakut Batalkan Putusan BANI, Sea World Harus Dibuka Lagi

Sebab kata Peter, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara telah membatalkan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)

PN Jakut Batalkan Putusan BANI, Sea World Harus Dibuka Lagi
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Spanduk pemberitahuan penutupan wahana undersea world terpasang di pagar pintu masuk Sea Wold, Ancol, Jakarta Utara, Rabu (1/10/2014). Penutupan wahana tersebut terkait sengketa perjanian antara PT Pembangunan Jaya Ancol dengan PT Sea World Indonesia. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kuasa Hukum Wahana Wisata Sea World yang berlokasi di Taman Impian Jaya Ancol berharap dan mendesak PT Pembangunan Jaya Ancol (PT PJA) untuk membuka segel dan membiarkan Sea World kembali beroperasi seperti biasa dan dapat kembali dikunjungi masyarakat.

Sebab kata Peter, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara telah membatalkan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) sesuai gugatan PT PJA.

Dalam putusan BANI itu, dinyatakan bahwa kepemilikan seluruh fasilitas Sea World menjadi kewenangan Ancol karena masalah kontrak yang tidak selesai. Putusan BANI inilah, kata Peter, yang dijadikan dasar PT PJA menyegel seluruh fasilitas yang terdapat di Sea World, sejak 27 September 2014 lalu.

"Namun kini, Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam amar putusannya nomor 305/Pdt.G BANI/2014/PN Jakut tanggal 30 September 2014, sudah mengabulkan permohonan dari Sea World untuk membatalkan keputusan Badan Arbitarse Nasional Indonesia (BANI) tersebut," kata Peter dalam pesan tertulisnya, Kamis (9/10/2014).

Karenanya kata dia, tidak ada landasan apapun lagi untuk melakukan penutupan maupun pemagaran Sea World.

"Putusan BANI tersebut sudah dibatalkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Sehingga PT PJA tidak memiliki landasan apapun lagi untuk melakukan penutupan maupun pemagaran Sea World. Jika masih dilakukan hal itu merupakan perbuatan melawan hukum yang merugikan PT Sea World selaku investor," ujar Peter.

Karenanya, Peter yakin PT PJA akan membuka akses masuk Sea World setelah PT PJA mengetahui dan mendengar amar putusan PN Jakarta Utara ini. "Namun jika masih dianggap mengganjal, kami meminta pihak yang berwenang yakni Polri untuk membantu membuka kembali akses menuju SeaWorld," ujarnya.

Seperti diketahui wahana wisata Sea World di Taman Impian Jaya Ancol tidak bisa dikunjungi lagi sejak 27 September 2014. Seluruh fasilitas yang terdapat di sana, disegel oleh PT Pembangunan Jaya Ancol lantaran adanya masalah kontrak yang belum diselesaikan.

Atas kejadian ini, Peter menyayangkannya karena menimbulkan kerugian baik bagi pihak Sea World, PT PJA dan juga masyarakat luas. Peter mengatakan dalam putusan PN Jakarta Utara yang membatalkan putusan BANI, majelis hakim PN Jakarta Utara menilai ada tipu muslihat dalam proses pemeriksaan perkara di BANI sehingga terbit Putusan BANI itu.

Selain itu, kata Peter, majelis juga berpendapat bahwa dalam persidangan, BANI hanya mempertimbangkan saksi-saksi dari pihak PT. PJA saja dan tidak mempertimbangkan saksi dari pihak Sea World.

"Amar putusan BANI Nomor 513 itu, dinilai oleh hakim telah melebihi apa yang dimohonkan oleh pemohon Arbitrase atau Ultra Petita. Dan jelas dalam hukum, ini harus dibatalkan," kata Peter. (Budi Sam Law Malau)

Tags
Sea World
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved