Jumat, 9 Januari 2026

Ratusan PKL Monas Berhamburan Didatangi Satpol PP

Ratusan pedagang tampak terlihat berlarian keluar kawasan Monas melalui pintu timur atau Stasiun Gambir.

Editor: Rendy Sadikin
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pedagang Kaki Lima (PKL) menjajakan dagangannya di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (9/11). Penataan pkl Monas oleh Pemprov DKI Jakarta dinilai masih belum maksimal. Hal itu bisa terlihat dari semakin semrawutnya pkl di kawasan itu. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Monumen Nasional (Monas) kocar-kacir saat 80 anggota Satpol PP bersama Garnisun melakukan penertiban mendadak, Rabu (3/12).

Sebagian pedagang lari menghindari kejaran petugas. Barang-barang PKL berupa payung tenda, motor elektrik, sepeda dan beberapa kotak lapak berdagang diangkut petugas ke dalam tiga truk operasional Satpol PP dan dibawa ke gudang Satpol PP di Cakung.

Ratusan pedagang tampak terlihat berlarian keluar kawasan Monas melalui pintu timur atau Stasiun Gambir. Umumnya, pedagang yang bisa lolos adalah pedagang kacamata, sedangkan motor elektrik dan sepeda tidak bisa kabur, petugas langsung menaikkan ke dalam truk.

Petugas juga terlihat memantau titik dimana pedagang biasa menyembunyikan barang dagangan. "Padahal jelas tidak boleh berdagang di kawasan Monas. Sanksi denda dan kurungan bisa dikenakan bagi PKL yang membandel," ujar Maruli Sijabat, Kepala Seksi Operasional Satpol PP Jakarta Pusat, Rabu (3/12).

Menurut dia, walau kerap ditertibkan, namun PKL masih saja tetap nekat berdagang di tempat tersebut. Sehingga, pihaknya akan terus melakukan razia mendadak untuk memberi efek jera bagi PKL.

"Tempat ini harus aman dari PKL, sehingga pengunjung juga merasa aman dan nyaman, sanksi tegas harus terus diberikan," ungkapnya.

Penertiban tersebut sempat menarik perhatian masyarakat yang berada tak jauh dari lokasi. Banyak yang mengira terjadi keributan karena banyak orang berlarian.

"Kita kirain tadi ada tawuran, soalnya banyak yang lari sambil teriak-teriak, Baguslah ditertibkan, mereka mengganggu juga, apalagi di dalam nawarin jualan agak maksa," ujar Agustino Aziz (33), salah seorang pengunjung asal Meruya, Jakarta Barat.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved