Breaking News:

Wagub Djarot: Kalau Tidak Dimulai Sekarang, Saya Khawatir Jakarta Tenggelam 15 Tahun Lagi

Saat didaulat memberikan kata sambutan, di hadapan warga, Djarot menegaskan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan warga

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta memotong gelondongan kayu yang terseret air Sungai Ciliwung di Kelurahan Cilitan, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (24/11/2014). Gelondongan kayu menyumbat aliran air mengakibatkan banjir di sekitaran bantaran kali lebih lama surut. Kompas/Lucky Pransiska 

Tribunnews.com, Jakarta - Setelah meninjau lokasi pembersihan bekas bangunan liar di pinggir aliran Sungai Ciliwung di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/12/2014) pagi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melanjutkan kegiatan dengan menghadiri penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan warga Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Komitmen itu dibuat agar bersama-sama menjaga dan tidak buang sampah sembarangan di pinggir aliran Sungai Ciliwung yang mengalir di Pejaten Timur.  

Tiba di lokasi sekitar pukul 09.15, Djarot langsung disambut Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor dan dua anggota DPRD DKI, Yuke Yurike dan Ribqoh Abriani.

Acara berlangsung bersamaan dengan bhakti sosial yang dilaksanakan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama dengan TNI. Saat didaulat memberikan kata sambutan, di hadapan warga, Djarot menegaskan pentingnya kesadaran dan kedisiplinan warga agar tidak buang sampah sembarangan.

"Banjir itu bukan masalah, tetapi dampak, dampak dari perilaku kita. Karena itu mulai dari sekarang harus sadar terhadap perilaku kita. Kalau tidak mulai dari sekarang, saya khawatir 10 tahun atau 15 tahun lagi Jakarta akan tenggelam," ucap Djarot.

Setelah memberikan kata sambutan, Djarot kemudian didaulat untuk menyerahkan secara simbolis bantuan gerobak sampah kepada warga, yang dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon.

Adapun bibit yang ditanam oleh Djarot adalah bibit pohon sawo. Djarot menutup kegiatan di lokasi tersebut dengan melakukan aksi simbolis pemagaran pinggiran sungai. Keberadaan pagar bertujuan agar tidak ada lagi warga yang mendekati pinggir sungai untuk membuang sampah.

Penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah dan warga agar menjaga dan tidak membuang sampah sembarangan ke pinggir Sungai Ciliwung menintikberatkan pada pentingnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, yang di dalamnya ada aturan tentang pengenaan denda sebesar Rp 500.000 terhadap warga yang buang sampah sembarangan ke sungai.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved