Hari Valentine

Disdik DKI Tidak Larang Siswa Rayakan Hari Valentine

Disdik DKI Jakarta tidak mengeluarkan sejumlah surat edaran terkait pelarangan perayaan hari Valentine kepada sekolah-sekolah.

Disdik DKI Tidak Larang Siswa Rayakan Hari Valentine
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Berbagai macam bentuk coklat yang tersedia untuk menyambut hari kasih sayang Velentine di gerai Dapur coklat di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Kamis (12/2/2015). WARTA KOTA / HENRY LOPULALAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang tanggal 14 Februari atau yang dikenal dengan Hari Valentine, Dinas Pendidikan DKI Jakarta bersikap netral. Ini ditandai dengan tidak adanya larangan merayakan hari kasih sayang tersebut.

Disdik DKI Jakarta tidak mengeluarkan sejumlah surat edaran terkait pelarangan perayaan hari Valentine kepada sekolah-sekolah.

Sri Kusumawati, Kepala Subbagian Kerjasama dan Humas Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, menerangkan, Disdik DKI Jakarta tidak membuat surat larangan tersebut.

"Dinas pendidikan tidak membuat edaran kepada sekolah-sekolah, dari beberapa rapat, tidak pembahasan mengenai hal tersebut," kata Ati, panggilan akrabnya kepada WARTA KOTA, Jumat (13/2/2014) sore.

Sementara, pihak sekolah pun berpendapat serupa. Imah Rohimah, Wakil Kepala SMPN 1 Jakarta bidang Akademik, menyebutkan, sekolahnya tidak ada pelarangan bagi siswa di hari Valentine.

"Sekolah kami tidak ada larangan tentang itu karena memang dari tahun ke tahun siswa tidak merayakan yang namanya valentine itu," kata Imah.

Tidak hanya itu, Imah menyebutkan, hal tersebut tidak ada hubungannya dengan pendidikan. Selain itu, tanggal 14 Februari bertepatan dengan hari Sabtu yang merupakan hari libur sehingga tidak ada larangan terkait hal tersebut.

Hal sama diungkapkan oleh Sri Sariwarni, Kepala SMAN 35 Jakarta, menyebutkan, perayaan tersebut pada prinsipnya bukan berkaitan dengan kedinasan. Artinya, sebagai sekolah umum, tidak ada pelarangan akan hal tersebut.

"Kalau valentine kami netral, tidak mendukung, tidak melarang, tetapi juga tidak menganjurkan siswa mengikuti hal tersebut," katanya.

Hal tersebut karena pada sejarahnya berkaitan dengan agama. Karenanya, ia sebagai kepala sekolah tidak ingin ada diskriminasi jika melarang hal tersebut.

"Itu hak tiap orang ya akan merayakan atau seperti apa, yang pasti kami arahkan ke hal positif, misalnya ikut kegiatan rohis bagi yang muslim," katanya.

Sementara, Theo Rastam, Humas SMA Pangudi Luhur, mengatakan sekolah tidak ada larangan maupun menganjurkan untuk merayakan valentine.

"Kenapa ya, mungkin karena siswanya laki-laki semua jadi ngga perayaan yang manis-manis seperti itu," katanya.(Agustin Setyo Wardani)

Editor: Rendy Sadikin
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved