Satwa di Taman Margasatwa Ragunan Terpapar Penyakit
Kepala Kantor TMR Ragunan, Marsiwity Gumay mengatakan bahwa penyakit yang diderita unggas hampir mirip dengan manusia.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setiap makhluk hidup pasti memiliki kekebalan tubuh yang rentan terserang penyakit. Apalagi, dengan curah hujan yang tinggi di wilayah Ibukota Jakarta dalam beberapa waktu belakangan ini.
Hal ini terjadi kepada Puluhan satwa yang ada di Taman Marga Satwa Ragunan (TMR), Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, untuk spesies yang mengalami penyakit adalah jenis unggas.
Kepala Kantor TMR Ragunan, Marsiwity Gumay mengatakan bahwa penyakit yang diderita unggas hampir mirip dengan manusia. Seperti flu, demam dan pilek. Namun, penyakit itu tidak menyebar kepada manusia.
"Satu atau dua unggas dari berbagai jenis terkena penyakit flu, panas dan dingin. Tenang ini ngga nular ke manusia," kata wanita yang akrab disapa Wiwid saat dihubungi di TMR Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (15/2).
Dia mengatakan ciri-ciri unggas yang mengalami sakit seperti tidak bergairah, tidak mempunyai nafsu makan dan tidak banyak melakukan aktifitas. Namun, hal itu langsung diantisipasi dengan pemberian multivitamin penguat daya tahan tubuh.
"Namanya terkena hujan pasti akan sakit seperti manusia. Tapi, di kandang sudah ada penadah hujan untuk unggas itu berteduh," kata dia.
Dari 2.0000 satwa yang ada di TMR Ragunan, paling banyak memang spesies unggas seperti ayam, burung. Dimana ada 700 ekor jenis unggas yang dipelihara di TMR Ragunan.
Humas TMR Ragunan, Bambang Wahyudi mengatakan sejak hujan dengan intensitas tinggi belum ada satwa atau hewan yang dikarantina. Sehingga, para satwa masih dalam keadaan yang baik.
"Gejala penyakit untuk unggas memang ada seperti flu, dan demam. Tapi, tidak terlalu parah," kata dia.
Dia mengatakan bahwa sesuai prosedur kalau ada satwa yang sakit maka harus di karantina. Akan tetapi, menurut data yang dia peroleh belum ada satwa yang di karantina.
"Satwa yang rentan terkena penyakit seperti unggas dan reptil. Kalau mamalia, dan primata memang kuat terhadap cuaca," tuturnya.
Menurutnya, saat ini sinar matahari yang sangat terik membuat kondisi dari para satwa menjadi lebih baik. Karena sebelumnya mereka seperti hibernasi (tidur dalam jangka waktu lama).
"Saya ke lapangan memantau satwa memang tidak terdengar suaranya dan berada di dalam kandang. Sekarang sudah mulai aktifitas," kata dia.
Data yang diperoleh dari Humas TMR Ragunan dari 2.000 satwa yang ada paling banyak hewan dengan jenis unggas sebanyak 700 ekor. Untuk mamalia, ada 550 ekor, primata ada 270 ekol, ikan ada 192 ekor dan jenis reptil ada 234 ekor.(Bintang Pradewo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ragunan_20150215_20150215_173546.jpg)