Warga Desak Polisi Usut Kaos Anak Bergambar Panda Berhubungan Seks
Mabes Polri kemudian mengeluarkan imbauan agar kaos tersebut tidak diperjualbelikan karena meresahkan masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Divisi Humas Mabes Polri mengimbau masyarakat agar mewaspadai peredaran kaos anak bergambar panda yang berhubungan seks. Polisi tengah mengusut sumber peredaran kaos tersebut.
Wahyu Hidayat, staf Divisi Humas Mabes Polri, mengatakan, polisi mendapat laporan dari warga sekitar tanggal 17 Februari lalu mengenai adanya gambar baju panda tersebut.
Mabes Polri kemudian mengeluarkan imbauan agar kaos tersebut tidak diperjualbelikan karena meresahkan masyarakat.
Divisi Humas Mabes Polri melalui halaman Facebook-nya juga melansir kewaspadaan itu.
"Kami dapat itu di-broadcast BBM banyak, dari internet pun ada. Makanya kami ambil (langkah) itu, dan kami imbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan melapor ke polsek terdekat jika memang ada penjualan kaos-kaos seperti itu," kata Wahyu, Jumat (20/2/2015) lalu.
Namun, polisi belum mengetahui produsen kaos tersebut dan di mana kaos panda itu diperjualbelikan karena belum ada laporan lanjutan dari masyarakat.
Direktur Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mengatakan, kaos tersebut bergambar panda, namun tidak layak untuk dijadikan pakaian anak-anak.
"Kita mendukung Mabes Polri, orangtua, anak-anak juga harus hati-hati. Tampaknya ini peredarannya sudah luas. Oleh karena itu, saya kira pertama, kita mengapresiasi peran masyarakat yang melapor itu kepada Mabes Polri," ujar dia.
Menurut dia, Mabes Polri harusnya segera mungkin tidak hanya mengimbau kepada orangtua bahwa itu harus hati-hati, tapi juga sudah minta secara resmi kepada penegak hukum untuk menarik kembali produsen-produsen pakaian tersebut.
Arist menambahkan agar polisi secara proaktif mengusut siapa pembuat dan pengedar pakaian tersebut. (BBC Indonesia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kaos-anak-bergambar-dua-panda-tak-senonoh_20150223_145310.jpg)