Ini Laporan Masyarakat Soal Lambannya Kinerja Penyidik Polda Metro Jaya yang Didengar Kompolnas

Berbagai laporan masyarakat yang mengeluhkan lambannya kinerja penyidik Polda Metro Jaya ditindaklanjuti Komisi Kepolisian Nasional.

Ini Laporan Masyarakat Soal Lambannya Kinerja Penyidik Polda Metro Jaya yang Didengar Kompolnas
Srihandriatmo Malau/Tribunnews.com
Kapolri jenderal Badrodin Haiti didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Unggung Cahyono mengecek kesiapan pasukan Polri mengamankan peringatan 60 tahun konferensi Asia Afrika (KAA) di JCC, Jakarta, Senin (20/4/2015) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menindaklanjuti laporan dari masyarakat mengenai lambannya penyidik Polda Metro Jaya menangani kasus.

Tindak lanjut tersebut dengan cara memberikan saran kepada Inspektur Pengawasan Daerah Polda Metro Jaya, Kombes Pol Didit P.

Pada Rabu (22/4) siang, dua komisioner Kompolnas, yaitu Edi Hasibuan dan Adrianus Meliala mendatangi Mapolda Metro Jaya. Kepada wartawan, Adrianus mengaku ada sebanyak 100 kasus selama tahun 2014 yang belum diselesaikan.

“Ada 100 kasus. Kami bagi ke dalam tiga kali pertemuan. (kasus itu,-red) meliputi umumnya pidana umum. Itu tidak hanya di Polda Metro Jaya, tetapi dari berbagai jajaran Polres yang berada di Polda Metro,” kata Adrianus.

Adrianus menjelaskan, dari sisi pengaduan laporan, sebanyak 95 persen keluhan masyarakat ditujukan kepada polisi yang bertugas di Reserse Kriminal Umum. Pengaduan itu, seperti lambannya polisi memproses kasus yang diadukan hingga dugaan adanya tindak kekerasan yang dilakukan selama penyelidikan.

Apabila ditemukan ada pelanggaran profesi kepolisian selama penanganan kasus, Kompolnas membuat enam indikator yang dijadikan pedoman dalam menentukan hal tersebut. Keenam indikator tersebut, yaitu pelayanan buruk, diskriminasi, kekerasan, diskresi yang salah, korupsi, dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Bahwa masyarakat tidak puas itu urusan mereka. Sebagai pejabat publik, dia harus mengambil keputusan. Yang, saya tidak mau dan terima, yaitu untuk mendapatkan P21, polisi main gebuk atau terima uang. Kami tadi mengecek polisi berbuat seperti itu tidak,” ujarnya.

Dalam hal penanganan kasus yang belum selesai, dia mengharapkan kasus itu ditangani secara cepat. Polda Metro Jaya sebagai tolak ukur seharusnya dapat menangani hal itu lebih baik dibandingkan Polda lainnya. Jumlah pengaduan masyarakat terhadap Polda Metro Jaya tergolong rendah.

“Pada konteks 2014 ini, kami cuci gudang. Jadi, ada kasus yang sudah lewat kami tangani, tetapi ada kasus yang biasa-biasa saja. Kami ke sini agar clear dan selesai serta bisa fokus pada tahun 2015,” tambahnya. Adrianus menambahkan, forum untuk mengadu tidak hanya dapat ditujukan kepada Kompolnas, tetapi juga Komnas Ham, Propam, dan Irwasda.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Agung Budi Santoso
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved