Ujian Nasional 2015

Siswa SMP Terbuka Senen Tidak Minder UN di Tempat Lain

sekolah yang kesehariannya dilangsungkan di Rumah Piatu Muslimin itu kini menumpang pada SMP 216 Jakarta.

Siswa SMP Terbuka Senen Tidak Minder UN di Tempat Lain
Warta Kota/Agustin Setyo Wardani
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau pelaksanaan ujian nasional (UN) jenjang SMP di SMPN 65 Jakarta, Senin (4/5/2015) pagi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaksanakan serentak terhitung mulai dari hari ini, Senin (4/5/2015) hingga Kamis (7/5/2015).

Ujian pun tidak hanya diikuti oleh sekolah negeri maupun swasta, sekolah terbuka seperti SMP Terbuka pun turut serta dalam proses pencapaian kelulusan siswanya.

Seperti halnya SMP Terbuka Senen, Jakarta Pusat, walau terbatas dengan ruang kelas, sekolah yang berlokasi di Jalan Salemba Raya Nomor 14, Senen, Jakarta Pusat itu pun tetap menggelar ujian nasional.

Hanya saja, sekolah yang kesehariannya dilangsungkan di Rumah Piatu Muslimin itu kini menumpang pada SMP 216 Jakarta.

Namun, walau berstatus menumpang, para siswa SMP Terbuka Senen mengaku tidak merasa minder ataupun pesimis dengan target pencapaian UN pada tahun ajaran 2014-2015 saat ini. Mereka menyatakan mampu bersaing dengan para siswa SMP 216 Jakarta yang notabene sekolah terbaik di Jakarta Pusat.

"Nggak malu pak, memang kan kondisinya sekolah kami nggak punya ruangan, kalau belajar juga kan ganti-gantian. Kami justru makin semangat karena ngerjain soal bisa lebih tenang," ungkap Icha (15), salah seorang siswi SMP Terbuka Senen usai mengikuti ujian.

Lebih lanjut Icha mengatakan, walau para siswa SMP Terbuka Senen berstatus menumpang, tanggapan para siswa dan perlakuan pihak sekolah SMP 216 Jakarta dinilainya tidak ada yang berbeda. Sehingga, dirinya maupun sebanyak 48 orang rekannya yang mengikuti ujian pada hari ini, Senin (4/5/2015) pun bersikap biasa saja.

"Pas datang tadi pagi memang kami ngerasa beda, kan memang ini sekolah orang. Tapi kalau kami lihat sih biasa saja, kami nggak dibeda-bedain, lagian kan ada guru kami, jadi anak-anak juga biasa aja," kata Icha.

Total 17 ruangan

Kepala Sekolah SMP 216, Wahyudi mengatakan, pihaknya memang memberikan sebanyak tiga ruang kelas bagi sebanyak 49 siswa SMP Terbuka Senen sepanjang pelaksanaan UN. Sebab selain merupakan sekolah perindukan dan Pusat Rayon Jakarta Pusat, sekolahnya pun dikatakannya, masih tersedia banyak ruang kelas.

"Total ruang kelas yang digunakan pada UN Kali ini ada 17 ruangan, 14 ruangan digunakan untuk siswa kami, sedangkan tiga lainnya untuk SMP Terbuka Senen," kata Wahyudi.

Wahyudi berharap seluruh pelaksanaan UN dapat berjalan dengan lancar. Ia mengatakan, para pengajar sudah berkoordinasi agar para siswa mendapatkan hak pendidikannya saat ini. (Dwi Rizki)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved