Selasa, 19 Mei 2026

Tudingan Ahok PRJ Senayan Merugikan Pedagang Terbukti

Ahok yang menuding pihak penyelenggara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 di Parkir Timur Senayan, merugikan pedagang terbukti benar.

Tayang:
Penulis: Dahlan Dahi
Editor: Sugiyarto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Beberapa pengunjung memasuki area Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2015). Di hari ketiga penyelengaraan PRJ Senayan, Pengunjung terlihat masih sepi meskipun hari ini adalah hari libur waisak. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWSCOM, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menuding pihak penyelenggara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ) 2015 di Parkir Timur Senayan, merugikan pedagang terbukti benar.

Kronologis selengkapnya diceritakan oleh salah satu pedagang bernama Ardiga (21)

Beberapa waktu lalu, Ahok sempat mengatakan, "Sekarang pedagang yang dirugikan. Mereka, penyelenggara, memungut biaya Rp 2 juta, tapi kewajibannya, seperti menyediakan listrik, tak dipenuhi," kata Ahok pada Senin (1/6/2015) lalu di Balai Kota.

Ternyata pernyataan Ahok itu dibenarkan oleh para pedagang. Ardiga menjadi salah satu pedagang yang merasa dirugikan oleh pihak penyelenggara Pesta Rakyat Jakarta (PRJ), menurutnya, pihak penyelenggara tidak memenuhi kewajiban mereka ke para pedagang di PRJ.

Ardiga menceritakan, bahwa dirinya telah menyelesaikan pembayaran tepat pada waktunya, sesuai dengan permintaan pihak penyelenggara. Sayangnya, setelah menyelesaikan kewajibannya, hak-hak Ardiga tidak dipenuhi.

"Dari hari Sabtu itu kita udah bayar, contohnya pembayaran itu Rp 2 juta, dan listrik dikenain lagi per 2 ampere itu Rp 500 ribu, ketika kita loading, ternyata listrik belum ada, tenda belum jadi, padahal dijanjikan jam 8 malam hari Jumat, itu udah bisa loading atau kita bisa masukkin barang, itu ada di kontrak, pas technical meeting juga sudah disebutkan semuanya," ujar pedagang penjual produk makanan, yang merasa dirugikan karena makanannya tak lagi segar, pada hari penutupan PRJ, Jumat (5/6/2015).

Yang diminta Ardiga hanyalah kewajiban pihak penyelenggara, "Sebenarnya gini, kalau kita udah bayar kewajiban kita untuk membayar listrik dan stand, setelah kita sudah menyelesaikan kewajiban kita, seharusnya kita bisa dong apa yang menjadi hak kita?" tanya pria berusia 21 tahun tersebut.

PRJ Senayan digelar PT. Pradana Grasindo Convex. Mereka mengaku mendapat izin dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat.

Penyelenggaraan acara itu, sepi pengunjung sejak hari pertama dibuka. Ahok sempat mengeluarkan pernyataan, bahwa dirinya tak tahu menahu soal acara ini. Lalu, ia memakluminya karena melibatkan para pelaku UKM Jakarta

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved