Breaking News:

Menteri Jonan Diteriaki Penumpang Kereta Api di Palmerah

Seusai memberikan sambutan, Jonan berkeliling ingin melihat hasil revitalisasi dari anggaran Kementerian Perhubungan sebesar Rp 36 miliar

Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews.com
Seusai memberikan sambutan, Jonan berkeliling ingin melihat hasil revitalisasi dari anggaran Kementerian Perhubungan sebesar Rp 36 miliar dari tahun 2011. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Acara peresmian setelah revitalisasi stasiun kereta api Palmerah dilakukan di tengah kebisingan. Acara yang dijadwalkan mulai jam 12.00 WIB, menjadi molor akibat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan belum hadir.

Tepat pukul 14.00 acara peresmian stasiun kereta api Palmerah dan pengoperasian jalur ganda kereta api lintas Duri Tangerang dibuka langsung oleh Jonan yang memakai seragam putih tanpa atribut pangkat dan celana bahan berwarna biru.

Seusai memberikan sambutan, Jonan berkeliling ingin melihat hasil revitalisasi dari anggaran Kementerian Perhubungan sebesar Rp 36 miliar dari tahun 2011.

"Terima kasih bapak-bapak sekalian mau menunggu," ujar Jonan menutup kata sambutannya.

Tempat pertama yang Jonan lihat adalah loket pembelian tiket. Jonan didampingi mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian Tunjung, Direktur PT KAI Edi Sukmoro, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko mencoba membeli kartu tiket.

Seusai membeli tiket, Jonan ingin melihat peron keberangkatan calon penumpang. Melewati eskalator, Jonan mendapat banyak panggilan dari calon penumpang.

Rata-rata penumpang tersebut mencoba mengabadikan gambar mantan Direktur Utama PT KAI dan mencoba bersalaman.

Salah seorang calon penumpang Meta (42) mau pulang ke rumahnya di Alam Sutera pun ingin menyapa Jonan.

Namun keinginannya lebih kepada menegur kinerja Menteri Perhubungan yang belum memenuhi keinginan penumpang.

Meta yang saat itu mengenakan kerudung hijau, berteriak dengan keras kepada Jonan untuk meminta dibuatkan kursi untuk penumpang yang menunggu kereta. Karena menurut Meta, banyak penumpang yang terpaksa harus lesehan di lantai tanpa memakai alas apapun.

Halaman
12
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved