Menhub: Stasiun Mesti Ada Eskalator dan Lift untuk Penyandang Disabilitas

Ignasius Jonan memberikan waktu selama 3 tahun untuk PT KAI memperbaiki layanan bagi penyandang disabilitas, wanita hamil, dan manula.

Menhub: Stasiun Mesti Ada Eskalator dan Lift untuk Penyandang Disabilitas
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan meninjaun Stasiun Palmerah Jakarta Pusat usai peresmian, Senin (6/7/2015). Revitalisasi Stasiun Palmerah ini menghabiskan total pendanaan Rp 36 miliar dengan kontrak multiyears 2013 sampai 2014. Revitalisasi stasiun ini meliputi pembangunan stasiun dan fasilitasnya, seperti Jembatan Penyeberangan Orang, gate tiket, ruang menyusui, jalur untuk penyandang cacat serta empat eskalator dan dua lift untuk memudahkan penumpang naik atau turun ke stasiun terutama perempuan, manula dan anak-anak. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memberikan waktu selama 3 tahun untuk operator kereta api, PT KAI memperbaiki layanan bagi penyandang disabilitas, wanita hamil, dan manula.

Salah satu layanan yang perlu diperbaiki adalah infrastruktur stasiun untuk penyandang disabilitas.

Jonan mencontohkan, stasiun pada lintas Jabodetabek yang saat ini memerlukan fasilitas untuk penyandang disabilitas adalah Stasiun Tanahabang.

"Tanahabang memang mesti ada eskalator dan lift untuk penyandang disabilitas, wanita hamil, dan manula," kata Jonan usai meninjau kesiapan mudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).

Mantan Dirut PT KAI itu menyebutkan, Kemenhub sudah menerbitkan standar pelayanan dan tinggal diberikan kepada seluruh operator transportasi umum.

"Diberi tiga tahun untuk memperbaiki, tiga tahun saya harap cukup," terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Dirut PT KAI Edi Sukmoro pada kesempatan yang sama menyebut fasilitas untuk penyandang disabilitas sedang rencana untuk dikerjakan.

"Stasiun kami banyak sekali, kami akan bertahap. Kalau sekaligus dalam tempo cepat kami tentu tidak bisa," jelasnya.

Menurut Edi, sorotan KAI dalam memperbaiki layanan penumpang bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga armada kereta api.

"Armada kita 50 persen di atas 20 tahun, sehingga dana terkonsentrasi pada beberapa hal. Kecuali nanti kami minta diberikan PMN," ujarnya.

Meski begitu, Edi menyebut beberapa stasiun yang fokus diperbaiki adalah stasiun dalam kota seperti Tanahabang dan Manggarai. Keduanya, sedang didesain untuk ditata kembali. Ia menargetkan, penataan akan selesai sekitar 2-3 tahun karena penataan yang dilakukan bersifat massive.

"Tanahabang memang perlu ditata kembali, karena tersangkutnya penumpang di sana. Bahkan, biasanya hanya sebanyak 50.000 penumpang kemarin sampai 115.000 penumpang," terangnya. (Wartakotalive.com/Agustin Setyo Wardani)

Editor: Anita K Wardhani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved