Rabu, 8 April 2026

Pengidap Raja Singa Kebingungan Saat Merampok Untuk Berobat

Tak ada ampun bagi Yudi Sugiono (33), selaku warga di Kawasan Tangerang ini.

Editor: Hendra Gunawan
TRIBUN/SANOVRA JR
Ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Tak ada ampun bagi Yudi Sugiono (33), selaku warga di Kawasan Tangerang ini.

Wajahnya babak belur diamuk puluhan warga, lantaran terpergok merampok di rumah Tumiyati (53), di Kampung Muka Asrama Transmigrasi, Jalan Kampung Bandan, RT 05/04, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (11/12/2015).

Saat tertangkap warga dan digiring ke Polsek Pademangan, dirinya mengaku, nekat merampok lantaran tak punya uang dan ingin mengobati penyakit kelamin, yang tak kunjung sembuh, yakni sipilis atau raja singa.

"Mau berobat.. Saya punya penyakit kelamin sipilis. Makanya saya merampok," ucapnya singkat di Polsek Pademangan dan baru dikaruniai satu anak ini.

Anehnya, Yudi yang mengaku hanya berporfesi sebagai kuli bangunan, datang merampok ke rumah Tumiyati dan masuk ke Lantai II rumah korban, mengendarai sepeda motor sport Honda CBR Repsol 250 CC, bernopol B3917NXI.

"Ini cuman motor pinjeman dari temen. Itu juga saya baru sekali merampok," katanya yang saat itu wajahnya penuh benjolan.

Awal mula kejadian, Tumiyati yang baru saja usai menjalankan sholat dzuhur, mendengar suara seseorang masuk melalui pintu di Lantai II. Ia pun mencoba mengecek, saat mendengar suara pintu kamar anaknya, Lia Gustiani (32) terbuka.

"Saya dengar suara pintu terbuka, saya yakin anak saya lagi di lantai bawah. Tapi kok ada suara pintu di lantai II dan pintu kamar anak saya. Saya coba cek," kata Tumi.

Tumi pun hanya bisa diam dan mengaku deg-degan saat melihat pelaku kebingungan di dalam kamar anaknya. Hanya berbekal dua ikat kunci berbagai jenis, pelaku ini pun turut kaget saya Tumi melihatnya.

"Gak ada yang diambil sih pak. Cuman saya kaget. Saya tanya. Kamu siapa sih masuk-masuk ke rumah saya. Masa bilangnya mau nganter surat. Surat apa sampai naik ke lantai dua rumah saya," kata Tumi sambil mempraktekkan.

Merasa curiga, dirinya langsung memanggil anaknya Ia lantas menanyakan apakah Lia kenal dengan si pelaku.

"Anak saya pas ditanya hanya geleng-geleng kepala, berarti gak kenal kan. Saya langsung nahan orang itu, dan anak saya nahan motornya. Saya langsung panggil tetangga juga. Kan motornya di parkir di depan rumah tuh. Gak lama warga datang," tuturnya.

Sekelompok pria yang merupakan tetangga Tumi pun langsung menghujani wajah pelaku dengan pukulan bertubi-tubi. Diakui Tumi, pelaku berteriak minta tolong dan memohon ampun.

"Pelaku akhirnya digiring warga pertamanya ke Polsub Sektor Mangga Dua, langsung dibawa polisi ke Polsek Pademangan," ujarnya.

Menurut AKP Suharto selaku Kanit Reskrim Pademangan, pelaku belum mengambil satupun barang di rumah korban.

"Pelaku belum mengambil barang satupun dari dalam rumah korban. Jadi pelaku ini percobaan pencurian. Karena sudah kepergok pemilik rumah," ucap Suharto. ‎(Panji Baskhara Ramadhan)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved