Tewas Usai Ngopi

Bambang: Mirna itu Cantik, Baik, dan Supel

Masih menggunakan jaket motor dan tas selempang di badan, seorang pria berkaca mata tampak tergesa-gesa masuk ke rumah duka RS Dharmais

Bambang: Mirna itu Cantik, Baik, dan Supel
TribunnewsBogor.com/Yudhi Maulana
Proses pemakaman Wayan Mirna Salihin (27), di tempat pemakaman umum (TPU) Gunung Gadung, Kelurahn Genteng, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/1/2015). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masih menggunakan jaket motor dan tas selempang di badan, seorang pria berkaca mata tampak tergesa-gesa masuk ke rumah duka  Dharmais, Jakarta Barat. Di tempat itu Wayan Mirna Salihin (27) disemayamkan sebelum dimakamkan pada Minggu (10/1/2016) di Gunung Gadung, Bogor, Jawa Barat.

Mirna diketahui meninggal tidak wajar usai meminum kopi di Restoran Oliver West Mall Grand Indonesia. Diduga Mirna diracun, pasalnya dari hasil Labfor di lambung Mirna terjadi pendarahan dan sampel kopi yang diteguk Mirna mengandung Sianida.

Saat masukrumah duka, pria itu langsung terpaku pada peti jenazah Mirna yang berwarna putih dan disekelilingnya terdapat karangan bunga mawar dan lili yang juga berwarna putih. Selama beberapa menit, pria tersebut berdoa di depan peti jenazah Mirna.

Usai berdoa, pria ini sempat berbincang dengan beberapa keluarga Mirna lalu keluar dari rumah duka. Ketika ditemui usai mendoakan Mirna, ia mengaku bernama Bambang, rekan Mirna saat pelayanan di sebuah gereja.

"Saya kenal Mirna sudah lama sekali, pas dia masih remaja ya SMA. Anaknya itu cantik, baik, tidak sombong dan supel," ujar Bambang menceritakan rekan satu pelayanannya itu.

Bambang pun tidak menyangka, Mirna harus pergi dengan cara seperti itu. Bahkan ia tidak habis pikir ada orang yang tega berbuat jahat terhadap Mirna padahal Mirna ialah orang yang sangat baik.

Ditambah lagi, Mirna baru saja menikah dengan sang suami yakni Arif, beberapa bulan lalu di Bali. Bambang pun berharap motif di balik peristiwa ini dan pelakunya bisa segera diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

"‎Intinya saya berdoa supaya Mirna meninggal dengan tenang, damai. Keluarga diberi ketabahan. Saya berharap pelakunya segera ditemukan, ko tega sekali begitu pada Mirna," tuturnya.

Ditanya soal apakah setahu dirinya Mirna memiliki riwayat penyakit sakit yang serius, Bambang menjawab sepengetahuan dirinya Mirna ialah orang yang kuat dan tidak memiliki riwayat sakit yang mengkhawatirkan.

Atas kasus ini, Subdit Jatanras Polda Metro Jaya terus bekerja demi mendapatkan bukti dan fakta serta titik terang kasus yang mendapat sorotan banyak pihak baik di dalam maupun luar negeri.

Selain melakukan otopsi, pemeriksaan enam sampel kopi, dan pemeriksaan para saksi. Pada Senin (11/1/2016) kemarin, penyidik juga melakukan pra rekonstruksi dalam kasus ini untuk mendapatkan gambaran utuh soal bangunan kronologi kasus Mirna.

Bahkan, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti juga mengatensi kasus tersebut. Menurutnya Polda Metro Jaya mampu mengungkap kasus itu. Dan Mabes Polri pun sudah membantu dengan pemeriksaan di laboratorium forensik.

"‎Cukup ditangani Polda Metro, memang perlu pemeriksaan Labfor dan itu sudah dilakukan untuk menguatkan apakah yang bersangkutan itu benar diracun atau tidak," kata Badrodin.

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved