Adhyaksa Dault Siapkan Penampungan untuk Eks Gafatar Demi Kemanusiaan

Pramuka menunjukkan sikap kemanusiaan terhadap para mantan anggota Gafatar.

Adhyaksa Dault Siapkan Penampungan untuk Eks Gafatar Demi Kemanusiaan
ist
Adhyaksa Dault (kanan) saat berbincang-bincang dengan salah seorang anggota Gafatar 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pramuka menunjukkan sikap kemanusiaan terhadap para mantan anggota Gafatar.

Ketua Umum Pramuka Adhyaksa Dault mengatakan, pihaknya siap menampung mantan anggota Gafatar di Taman Wiladatika, Cibubur, Depok, Jawa Barat.

“Semalam kami dapat perintah dari Ibu Khofifah (Menteri Sosial), besok akan ada 712 eks Gafatar datang. Pramuka diminta membantu menyiapkan tempat, kami akan berikan yang terbaik. Kami bahagia menyambut saudara-saudara kami sebangsa setanah air,” ungkap Adhyaksa di Cibubur, Rabu (27/1)

GOR Sidomulya mampu menampung maksimal 400 orang. Sedangkan sisanya akan dibagi ke Wisma Anggrek dan Jepang di kawasan Taman Wiladatika.

Jika masih kurang, Pramuka akan menyiapkan tenda untuk para mantan anggota Gafatar di Bumi Perkemahan Cibubur.

"Kami juga akan menurunkan tim kesehatan dan psikolog serta memberikan materi-materi kebangsaan. Kami belum tahu yang mereka butuhkan, nanti akan disesuaikan. Di sini rencananya selama 4 hari. Soal layak tidak layak relatif, ini kan darurat," jelas Adhyaksa.

Pria murah senyum itu memastikan, pihaknya bersama TNI dan Polri siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi mantan anggota Gafatar.

"Biar bagaimanapun mereka (eks Gafatar) adalah anak bangsa. Kami sangat tidak setuju jika rumahnya dibakar. Kalau masalah bisa diselesaikan baik-baik serahkan ke pemerintah, masyarakat jangan anarkis,” tuturAdhyaksa.

Adhyaksa pun sudah mengecek langsung persiapan untuk menampung mereka. Dia mengecek gedung satu per satu, memimpin rapat dengan TNI dan Polri serta memastikan semua fasilitas berfungsi dengan baik.

“Mereka dari perjalanan jauh, mereka saudara kita yang harus disambut dengan sebaik-sebaiknya dengan penuh rasa bahagia. Kita idak boleh mengganggap mereka sebagai pengungsi. Mereka adalah tamu kita,” urai mantan Ketum KNPI itu.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved