Cerita Ahok Terima Keluhan Seorang Nenek Berujung Dicopotnya Kepala UPT Rusun oleh Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan kembali cerita sebelum dicopotnya Kepala Unit Pelaksana Teknis rumah susun Marunda.

Editor: Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menceritakan kembali cerita sebelum dicopotnya Kepala Unit Pelaksana Teknis rumah susun Marunda.

Saat itu, tepatnya pada 2013, Basuki masih menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI mendampingi Presiden Joko Widodo yang saat itu masih menjabat Gubernur Jakarta.

Pria yang akrab disapa Ahok sempat menerima laporan terkait adanya permainan jual-beli Rumah Susun (Rusun) di Marunda, Jakarta Utara.

Ahok langsung terjun ke lapangan mendatangi Rusun Marunda.

Di sana, Ahok bertemu dengan seorang nenek-nenek yang sedang menangin.

Nenek itu lapor ke Ahok, katanya dia telah tiga tahun meminta Rusun, tapi tak kunjung diberikan.

"Di marunda, ada nenek-nenek nangis-nangis. Dia sudah tiga tahun meminta Rusun, tapi enggak dikasih karena harus bayar," cerita Ahok di Ruang Pola, Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (2/2/2016).

Lanjut Ahok, dia langsung mencari Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rusun tersebut.

Mantan Bupati Belitung Timur itu memintanya untuk mengurus proses sang nenek mendapat Rusun.

"Kata si (Kepala) UPT, 'gampang pak, nanti diurusin pak'," lanjut Ahok.

Sempat percaya, namun Ahok curiga dengan wajah Kepala UPT yang seakan tidak ikhlas membantu si nenek.

"Saya ada perasaan, pasti enggak ikhlas nolong si nenek tersebut," imbuhnya.

Betul saja, saat Ahok hendak pulang naik kapal dari Marunda, dia balik lagi berkisar pukul 19.00.

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved