Tewas Usai Ngopi
Pengacara Jessica: Ini Kasus Seperti James Bond, Hebat Sekali Meracunnya
Yudi Wibowo, pengacara tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso terus mengupayakan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Yudi Wibowo, pengacara tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso terus mengupayakan agar kliennya itu bisa terbebas dari jeratan hukum.
Rabu (3/2/2016) Tribunnews.com sempat menemuinya. Kepada Tribunnews.com, Ia berkeras bahwa Jessica tidak bersalah. Berikut petikan wawancaranya:
Tanya: Apa Anda 'melihat', ada orang lain/pihak lain yang sebenarnya menjadi pelaku pembunuhan berencana terhadap Mirna?
Jawab: Mungkin ada orang, karena ada orang terbunuh, tapi bukan Jessica pelakunya. Nah, polisi itu kurang tepat analisanya
Seharusnya polisi menelusuri orang-orang lain yang datang ke kafe sebelum Mirna hari itu. Harusnya ditarik mundur ke belakang, bukan hari itu saja
Coba cari motifnya yang lain, mungkin kan ayahnya ada persaingan usaha. Karena pekerjaannya usahanya dia itu riskan sekali, pengusaha kann macam-macam
Tanya: Apa benar Jessica sebelum ke kafe jam 4 itu, dia sudah datang dahulu jam 2 sebelumnya?
Jawab: Iya datang jam 2 itu hanya untuk pesan tempat
Tanya: Lalu, kenapa waktu datang ke kafe itu jam 4 nya dia keliling kafe larak-lirik seperti observasi tempat?
Jawab: Itu dipolitisir sama ayahnya Mirna aja. Jessica sehabis pesan tempat, langsung keliling mal GI, lihat-lihat dan beli hadiah, itu karena dia belum pernah ke GI sebelumnya.
Nah, waktu kembali lagi ke kafe itu, dia tanya ke pelayan kafe, tempat saya di mana, lalu mejanya dipilihkan oleh pelayan itu yang pojok. Jadi, bukan Jessica yang pilih tempat duduk atau mejanya
Katanya di CCTV Jessica seperti lihat-lihat meja dan sudut kafe, itu mana boleh. Itu meja dipilih sama pelayannya. Itu dipolitisir sama ayahnya Mirna.
Tanya: Apa benar waktu kopi sudah dipesan dan datang, kopi dipindahkan ke depan Jessica dan Jessica megang tas dan beberapa kali pegang rambut?
Jawab: Lah, kok malah seperti film James Bond yah, hebat sekali cara meracuninya. Itu nggak benar. Saya sendiri nggak tahu bagaimana isi CCTV itu. Saya tidak dikasih unjuk sama penyidiknya, malah ayahnya Mirna dan anaknya yang ditunjukkan CCTV.
Kalau memang begitu, keluarkan CCTV itu, apa Jessica yang taruh racun di kopinya Mirna. Kalau memang diracun dari sebelumnya, disana banyak orang yang mati
Tanya: Kenapa Jessica geser-geser tiga minuman yang baru disajikan pelayan di mejanya?
Jawab: Itu cuma geser-geser tasnya. Tapi, saya nggak tahu sampai segitunya. Saya nggak bisa berandai-andai karena belum lihat isi CCTV nya. Kalau kami tidak ditunjukkan CCTV itu, itu nggak adil dan seperti ada yang ingin disembunyikan.
Yang penting buat kami, kami yakin tidak ada gerakan tangan Mirna memasukkan racun ke gelas kopi yang diminum Mirna.
Nah, kalau ada gerakan Jessica menggaruk pantat karena pantanya gatal, apa nggak boleh
(Penyidik) ayo lah kita fair, kalau salah, ayo buka. Kalau nggak ada buktinya, jangan direkayasa, dicari-carikan supaya terlihat terbukti
Tanya: Penyidik juga menggunakan saksi ahli gerakan tubuh/body language?
Jawab: Memang yang mau dibuktikan itu gerak-gerik atau materiil pembunuhan. Sampai mendatangkan ahli kebohongan segala.
Kalau menurut saya, itu lucu. Nggak sekalian pakai ahli nujum biar ramai. Hehehe...
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jessica-kumala-wongso-diperiksa-kembali_20160120_184429.jpg)