Breaking News:

Habib Rizieq: Ahok Mulutnya Kaya Comberan Harus Dimakzulkan

Ahok mulutnya kaya comberan harus segera dimakzulkan.

Amriyono Prakoso/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta kepada DPRD DKI Jakarta untuk segera melengserkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melalui hak angket dan menjadi hak menyatakan pendapat.

"Ahok mulutnya kaya comberan harus segera dimakzulkan. Jangan sampai orang Jakarta kembali dipimpin oleh orang yang tidak punya martabat seperti Ahok," katanya saat berdemo di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/4/2016).

Dirinya mencontohkan beberapa omongan Ahok yang mengatakan maling kepada rakyat kecil, anggota DPRD yang dibilang rampok ditelevisi, serta masyarakat yang digusur oleh Ahok yang sering dinilai menghina rakyat sebagai manusia.

"Saya ustad, dai, guru membutuhkan politik dari para pejabat politik yang bersih, jujur dan tidak suka berbicara kotor seperti Ahok dan merendahkan masyarakat," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa DPRD melalui fraksi-fraksinya harus segera memakzulkan Ahok sebelum pilkada DKI Jakarta bergulir.

Jangan sampai permasalahan moral menjadi masalah baru di DKI Jakarta.

"Kita sebentar lagi ada pilgub 2017, kita sudah mulai proses jangan sampai orang bermasalah harus ikut berkompetisi di dalam pertarungan politik yang konstitusional itu," kata Rizieq.

DPRD yang Bermartabat

Habib Rizieq Shihab mengatakan bahwa dirinya ingin menyelamatkan DPRD DKI Jakarta agar tetap mempunyai martabat di mata publik dengan cara menyingkirkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Kami betul ingin menegakkan harkat martabat DPRD dari orang bernama Ahok ini. DPRD enggak boleh diem, ini persoalan bangsa," katanya.

Rizieq mengatakan sudah pernah ke DPRD untuk mendorong hak angket, saat ini mereka meminta tindak lanjut DPRD terhadap hak angket tersebut dan meminta anggota dewan memberikan masyarakat pendidikan politik yang cerdas, bersih, jujur, sehat.

"Bukan kami tidak sabar, karena ada proses politik lagi yang akan bergulir, ada pilgub, jangan sampai pilgub digelar nah ini baru diproses lagi, kami ingin diselesaikan sebelum pilgub berjalan," katanya.

Dia juga mengatakan akan terus mendorong DPRD untuk melakukan hak angket tersebut dan akan dilakukan secara konstitusional sesuai prosedur pelengseran Ahok.

"Jangan sampai kami diminta dorong terus, dorongnya kelebihan nanti. Kami enggak mau bakar balaikota dulu baru nanti hak angket dibahas," ujar Rizieq.

Berita Populer
Penulis: Amriyono Prakoso
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved