Kamis, 9 April 2026

Adam Sembunyikan 14.900 Butir Ekstasi di Celana Dalam

Ternyata ia menyembunyikan narkoba jenis sabu maupun ekstasi yang dibawanya di selangkangan.

Editor: Hendra Gunawan
Istimewa
BNN mengamankan jaringan sindikat narkoba internasional yang berusaha mengedarkan sabu seberat 54.276,9 gram dan ekstasi sebanyak 40.894 butir asal Malaysia. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Akhmad Adam (30), kurir narkoba jaringan internasional menyembunyikan sabu di selangkangan kakinya. Lolos dari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta, ia akhirnya dibekuk jajaran Polsek Gambir di Jalan Hayam Wuruk, Gambir, Jakarta Pusat pada Sabtu (14/5/2016) malam.

Modus yang digunakan Adam itu diungkapkan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Dwiyono. Ternyata ia menyembunyikan narkoba jenis sabu maupun ekstasi yang dibawanya di selangkangan.

Narkoba tersebut lanjutnya, dikemas dalam paket kecil dan diselipkan dalam celana dalam berlapis, sehingga ketika melewati x-ray pada gerbang bandara, sejumlah narkoba tersebut tersamarkan. Bukan hanya itu, Adam pun terlihat diketahui sangat tenang, sehingga tidak ada kecurigaan petugas bandara saat melintas.

"Tersangka menyembunyikan narkoba di dalam celana dalam, dia pakai (celana dalam) dobel dan jalannya seperti biasa, jadi tidak tidak terdeteksi waktu lewat penjagaan bandara, baik bandara di Jakarta, Banjarmasin atau Surabaya," ungkapnya kepada wartawan di Mapolsek Gambir, Senin (16/5/2016).

Terkait temuan narkotika yang terbilang besar, yakni sebanyak 14.900 butir ekstasi dan 771 gram sabu, pihaknya masih terus mengembangkan asal muasal dan jaringan internasional yang merekrut Adam.

Adam pun dikatakannya diancam Pasal 114 ayat 2 Subsider Pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lebih dari 20 tahun penjara.

"Untuk sementara masih kita kembangkan apakah pelaku bekerja sendiri atau bagaimana. Pengakuan tersangka, barang diduga berasal dari Malaysia yang didistribusikan lewat jalur laut hingga Kalimantan, selanjutnya tersangka membawa barang tersebut untuk disampaikan kepada pembeli di Jakarta dan Surabaya melalui pesawat komersil," tutupnya menambahkan.

Terlihat lemas dan terus menunduk, Ahmad yang terlihat terborgol dengan menggunakan penutup wajah dan pakaian tahanan mengaku menyesal atas perbuatannya.

Dirinya beralasan bila pekerjaan kotor tersebut terpaksa dilakukannya lantaran dirinya menganggur usai di putus kerja salah satu perusahaan pertambangan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada awal tahun 2016 lalu.

Apalagi, lanjutnya, istrinya kini tengah mengandung anak kedua yang diperkirakan akan bersalin pada akhir bulan Juli 2016 mendatang.

"Saya terpaksa pak, karena nggak ada pekerjaan, istri saya juga lagi hamil besar. Saya nyesel pak, saya baru dua kali antar barang, itu suruhan orang juga dari Kalimantan," ungkapnya memelas.

Dirinya menceritakan, profesi yang dijalaninya sejak bulan Februari 2016 lalu itu bermula dari perkenalannya dengan seorang pria di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pria tersebut menyebutkan akan memberinya upah sebesar Rp 20 juta per transaksi apabila mengirimkan paket ekstasi dan sabu dari Kalimantan menuju Jakarta.

Tergiur tawaran tersebut dirinya pun menyanggupi dan mulai belajar menjadi kurir narkoba. Dirinya mengaku banyak bertanya tentang pengiriman dan penjagaan, termasuk menonton video dalam youtube untuk mempelajari modus yang digunakan para kurir narkoba luar negeri dalam mengelabui petugas. (Dwi Rizki)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved