Breaking News:

Taufik: Tambah Macet Kok Three in One Dihapus

Taufik menyayangkan hasil uji coba tidak menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah mobil terjebak antrean panjang di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (5/4/2016). Pemprov DKI Jakarta mulai hari ini melakukan uji coba penghapusan sistem 3 in 1. Nantinya Pemprov DKI akan menerapkan sistem ganjil-genap. Warta Kota/angga bhagya nugraha 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menyayangkan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus penerapan Three in One (3 in 1).

Taufik heran, hasil dari uji coba penghapusan 3 in 1 tambah macet. Dalam catatan Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI, saat uji coba penghapusan sedikitnya terjadi peningkatan kemacetan 24,35 persen.

"Pertanyaannya, uji coba itu dalam rangka apa? Kalau hasilnya tidak dipakai buat apa? Masa uji coba tambah macet lo hapus," ujar Taufik di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (17/5/2016).

Taufik menyayangkan hasil uji coba tidak menjadi bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Hasil uji coba malah berbanding terbaik dengan keputusan.

"Kecuali berdasar uji coba ternyata tidak macet. Tujuannya kan untuk menghindari macet. Misal, jawabannya bukan 3 in 1, tapi 4 in 1," ucap Taufik mencontohkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, penerapan Three in One (3 in 1) dihapus Senin (16/5/2016). Pemprov DKI telah mencabut Peraturan Gubernur Nomor 4104 Tahun 2003 Tentang Perluasan dan Perpanjangan Jalur 3 in 1.

Sebagai penggantinya, penerapan ganjil-genap tengah diwacanakan untuk diterapkan dan diyakini bisa mengurangi volume kendaraan di jalur protokol.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved