Antisipasi Ancaman Terorisme, Polri Perketat Pengamanan Bandara

Instansi Polri menerima peringatan untuk mengantisipasi ancaman terorisme.

Antisipasi Ancaman Terorisme, Polri Perketat Pengamanan Bandara
Tribunnews.com/ Imanuel Nicolas Manafe
Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Instansi Polri menerima peringatan untuk mengantisipasi ancaman terorisme.

Oleh karena itu, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, menginstruksikan anggota supaya waspada dan meningkatkan pengamanan selama Hari Raya Idul Fitri 1437 H/2016.

Pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Polri mengadakan Operasi Ramadniya 2016 pada 30 Juni-15 Juli.

Setidaknya 158.402 personel diterjunkan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, terutama di daerah-daerah yang rawan potensi kemacetan dan tindak kriminal.

"Beberapa waktu lalu, kami mendapat warning untuk mengantisipasi kasus terorisme. Dari deteksi kami," tutur Badrodin setelah menggelar upacara di lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Kamis (30/6/2016).

Dia menjelaskan, pengamanan dilakukan di sejumlah tempat yang dinilai rawan. Salah satunya bandar udara. Ada pos pengamanan di sana yang terdiri dari personel terpadu unsur Polri, TNI, dan Angkasa Pura.

"Di bandara kota tetap disiapkan pengamanan di sana. Tentu ini yang terbuka dan yang tertutup yang ada untuk mengantisipasi kegiatan terorisme dan sabotase," kata dia.

Belakangan terjadi aksi teror di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, pada 28 Juni. Aksi bom bunuh diri itu menewaskan 36 orang dan mencederai 147 orang.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved