Pilgub DKI Jakarta
PDIP Akan Prioritaskan Ahok, Tapi Ini Syaratnya
PDIP memberikan dukungan yang riil dan terukur terhadap calon kepala daerah
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Politikus PDIP Eva Kusuma Sundari mengakui Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memang difavoritkan. Ia pun menunggu pilihan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Walaupun di internal PDIP masih terbelah ada yang mau Ahok ada yang enggak mau karena sakit hati dengan statemennya," kata Eva di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2016).
Ia pun berharap Ahok lebih memahami sikapnya terhadap PDIP. Kemudian, Mantan Bupati Belitung Timur itu lebih mengedepankan sopan santun dalam membuat pernyataan.
"Buka kemudian bilang 'aku enggak penting PDIP, itu urusan ketum' itu menyakitkan kami semua ya. Dan ada kesepamahaman diantara kita. Realitasnya Ahok memang diprioritaskan. Tapi tunggu lah," kata Anggota Komisi XI DPR itu.
Eva juga melihat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri fokus dengan mekanisme pencalonan. Sehingga kini putusan juga berada di tangan Ahok apakah akan mengikuti mekanisme PDIP atau tidak.
Apalagi, kata Eva, PDIP memberikan dukungan yang riil dan terukur terhadap calon kepala daerah.
"Ini masa enggak dihitung sih. Masa angin surga lebih berharga daripada keringat kita yang selama lima tahun mengusung, mempertahankan, melindungi, melantik. Itu PDIP semua gitu loh," tuturnya.
Eva juga menilai bila terpilih Ahol maka akan berpasangan kembali dengan kader PDIP Djarot Syaiful Hidayat. Ditambah, partai berlambang banteng itu dapat mengusung sendiri calon gubernur di Pilkada DKI tanpa berkoalisi.
"Kita harusnya tetep Djarot karena dua pasangan itu elektabilitasnya. Ketiga dalam runing government jangan ngawur, partai jangan diakalin untuk pilkada, setelah itu dimaki-maki, enggak benrlah sopan dikit lah gitu," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/eva-kusuma-sundari-di-acara-smrc_20151016_153913.jpg)