Dianggap Aman Bagi Para Bandar, Depok Jadi Gudang Baru Penyimpanan Narkoba

Ia juga mengajak masyarakat Depok untuk ikut bersinergi dalam memerangi narkoba di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Dianggap Aman Bagi Para Bandar, Depok Jadi Gudang Baru Penyimpanan Narkoba
Warta Kota/Banu Adikara
Tersangka pengedar narkotika jenis sabu jaringan internasional yang diringkus Direktorat Narkoba Bareskrim Mabes Polri dan Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta saat gelar perkara, Kamis (10/3). 

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK -- Tingginya jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap kepolisian di Kota Depok menandakan wilayah pinggiran kota Jakarta ini, menjadi lokasi penyimpanan dan gudang utama narkoba berbagai jenis oleh para sindikat pengedarnya.

Karena hal itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Depok, terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaannya.

Kepala BNNK Depok, Syaifudin Zuhri menjelaskan dalam pemetaan pihaknya selama satu tahun bertugas di Depok, diketahui bahwa Depok sudah menjadi wilayah yang dianggap relatif aman oleh para sindikat narkoba untuk menyimpan narkoba.

"Kami sudah bergerak dan sudah mengetahui daerah mana saja di Kota Depok yang kedapatan dijadikan tempat narkoba. Kami sudah informasikan ke kepolisian karena untuk pengungkapan, BNNK Depok masih kekurangan personel," kata Zuhri.

Ke depan, kata Zuhri, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin memerangi narkoba di wilayah Kota Depok, baik melalui sosialisasi bahaya narkoba sampai pemberian informasi sindikat narkoba di Depok.

Ia juga mengajak masyarakat Depok untuk ikut bersinergi dalam memerangi narkoba di wilayah tempat tinggal masing-masing.

"Sebab dalam memerangi narkoba di tengah masyarakat tidak dapat dilakukan hanya oleh BNN dan kepolisian saja. Peran serta masyarakat sangat diperlukan dalam membantu dalam mempersempit peredaran narkoba di Depok," katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan rangking prevalensi penyebaran penyalahgunaan narkoba, Kota Depok menduduki ranking 3, di Provinsi Jawa Barat, setelah Bandung dan Bekasi.

Sebelumnya Polresta Depok merilis bahwa dalam sebulan terakhir telah berhasil mengungkap sekitar 48 kasus narkoba berbagai jenis di Depok. Angka ini terbilang tinggi karena diduga masih banyak kasus peredaran narkoba di Depok yang tidak terungkap.

Sebab peredaran narkoba diketahui seperti fenomena gunung es, dimana yang terungkap dan ketahuan hanya sebagian kecil saja, sementara dari situ menandakan banyak kasus lainnya yang belum diungkap.

"Kami akan terus melakukan pengungkapan sindikat narkoba di Depok. Selama ini, Depok kerap dijadikan tempat penyimpanan atau gudang narkoba, oleh para sindikat narkoba," kata Wakapolresta Depok AKBP Candra. (Budi Malau)

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved