Rabu, 17 Juni 2026

Pelajaran dari Gagalnya Perampokan dan Penyanderaan di Pondok Indah

Pelajaran keempat, katanya, polisi patut diekspos oleh media untuk mencegah merusaknya perasaan tidak aman di masyarakat

Tayang:
Editor: Hendra Gunawan
KOMPAS.COM/GARRY ANDREW LOTULUNG/GARRY ANDREW LOTULUNG
Polisi berjaga di dekat rumah yang dirampok di kawasan Pondok Indah, Jakarta, Sabtu (3/9/2016). Polisi berhasil meringkus dua orang pelaku dan menyelamatkan empat orang penghuni rumah. KOMPAS IMAGES/GARRY ANDREW LOTULUNG 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel menilai ada enam hal pelajaran yang bisa diambil masyarakat dalam kasus perampokan gagal di perumahan elite di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (3/9/2016) lalu.

Yakni, keamanan dan tidak amannya sebuah perumahan ternyata bukan ditentukan oleh elit atau tidak elitnya perumahan itu. "Sebab setiap lingkungan punya potensi bahayanya masing-masing," kata Reza.

Kedua, sarapanlah sebelum beraktivitas. "Agar kadar gula darah optimal, sehingga otak bekerja optimal pula. Efeknya, perencanaan matang, koordinasi rapi, sasaran bisa diraih, dan emosi terkendali," kata Reza. Sebab disinyalir, pelaku perampokan tidak sarapan sehingga gagal dalam aksinya.

Ketiga, menurut Reza, adalah begitu anda mengkontak polisi, pasang stopwatch. "Hitung berapa menit sampai langkah pertama polisi di TKP. Sebab program prioritas ke-10 Polri adalah quick response, quick win," kata Reza.

Pelajaran keempat, katanya, polisi patut diekspos oleh media untuk mencegah merusaknya perasaan tidak aman di masyarakat. "Tapi hati-hati, tayangan live di media elektronik, bisa memengaruhi perilaku penyandera juga secara real time. Rencana operasi polisi bisa bocor, korban bisa di ambang maut," katanya.

Kelima kata Reza, pasang panic button yang bisa menyalakan lampu bahaya di depan rumah. "Dengan begitu, semoga sekuriti bisa cepat bereaksi," katanya.

Dan terakhir kata Reza, karena perampok berbeda denga maling, dimana perampok umumnya siap frontal, bahkan sampai membuat jatuh korban, maka sebaga antisipasi, sekiranya mampu, upayakan asuransi jiwa. "Yang berbasis syariah, mudah-mudahan lebih berkah," kata Reza. (Budi Sam Law Malau)

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved