Sabtu, 11 April 2026

Tewas Usai Ngopi

Ahli Toksikologi: Tak Ada Bukti Sianida Masuk Lewat Mulut Mirna

Pengujian untuk mencari sianida di tubuh Mirna dilakukan 15 hari setelah kematian, sehingga dia tak yakin kapan sianida dimasukkan.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Hendra Gunawan
Harian Warta Kota/henry lopulalan
SAKSI -Terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso ketika menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Bunggur Raya, Jakarta Pusat, Kamis (1/9). Sidang tersebut menghadirkan dan mendengarkan keterangan dua saksi ahli yakni Ahli Kriminologi Ronny Rasman Nitibaskara dan Ahli Psikologi Sarlito Wirawan Sarwono. Warta Kota/henry lopulalan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli toksikologi dari Australia, Michael David Robertson, menganalisa proses kematian Wayan Mirna Salihin yang diduga tewas karena minum es kopi vietnam dicampur sianida.

Untuk menganalisa harus dilihat bagaimana cara pengujian, tetapi karena dia tidak menyaksikan cara pengujian, maka dia hanya berdasarkan pendapat.

Pengujian untuk mencari sianida di tubuh Mirna dilakukan 15 hari setelah kematian, sehingga dia tak yakin kapan sianida dimasukkan.

Selain itu tak ada sianida yang terdeteksi dari hasil cairan lambung yang diambil 70 menit setelah kematian. Sianida hanya ada dalam jumlah sedikit setelah tiga hari kematian.

"Tidak ada sianida di lambung dan hanya ada 0,2 mg/l setelah 3 hari, dengan metode pengujian yang sama, maka kenapa bisa ada sianida ini karena setelah proses kematian," kata dia di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (21/9/2016).

Dia menjelaskan, sianida dapat berakibat kematian termasuk dengan menghirup dan dapat tertelan atau masuk melalui mulut.
Apabila tertelan, pertama masuk ke lambung, usus, aliran darah dan beredar ke seluruh tubuh serta berefek ke otak, hati dan seluruh jaringan tubuh.

"Orang yang menghirup dalam jumlah banyak akan ditemukan dalam hati, paru-paru dan darah. Dan jika tertelan sianida masuk ke dalam lambung, hati, paru-paru dan darah. Karena sianida menghambat darah,” jelas Michael.

Namun, di kasus kematian Mirna,
menurut dia, tidak ada bukti sianida masuk ke mulut. Ini diperkuat karena di dalam air seni tidak ada sianida. Dia menilai ini tidak lazim, karena pada umumnya ada sianida di urine termasuk di cairan empedu dan hati.

"Maka tidak ada bukti toksikologi sianida masuk dalam mulut. Dalam kasus ini, saya kira yang dimasukan sianida dalam bentuk cair. Atau zat yang telah digradasi terlebih dahulu," kata dia.

Berdasarkan hasil rekonstruksi dari data yang diberikan dan dari teori yang dia pelajari selama menekuni bidang toksikologi, maka dia menegaskan tidak dapat ditentukan kapan waktu sianida dimasukkan ke dalam kopi.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved