Pilgub DKI Jakarta
Ahok: Partai Sudah Tahu Saya dan Djarot Tidak Mau Keluar Duit
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap bisa menggalang dana kampanye bersama empat partai politik dan relawan pendukungnya.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap bisa menggalang dana kampanye bersama empat partai politik dan relawan pendukungnya.
Ahok berharap ada sinergi antara partai politik dan relawan.
Sebab, Ahok yang maju bersama Djarot Saiful Hidayat enggan menggelontorkan dana untuk kampanye.
"Kan semua partai menggerakan anggota DPR dan DPRD. Mereka sudah tahu saya sama Pak Djarot tidak mau keluar duit, tidak punya duit juga," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).
Ahok berharap partai politik pendukungnya PDIP, Nasdem, Hanura, dan Golkar, bisa mengadakan acara pertemuan.
Kemudian peserta pertemuan dapat menggelontorkan dana sumbangan.
"Harapan saya, mereka bisa membuat pertemuan-pertemuan yang mereka datang bayar dan saya datang juga dibayar. Itu tim pemenangan," kata Ahok.
Ahok mengaku tidak menargetkan berapa dana kampanye yang terkumpul.
Dia berseloroh, setidaknya bisa membeli satu mobil mewah merek mercedes benz.
"Bisa beli satu mercedes lumayan lah," kata Ahok lalu tertawa.
Ahok merasa tidak perlu memasang iklan, seperti poster maupun iklan di televisi.
Karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menyiapkan anggaran untuk promosi.
Sama halnya di sosial media, kata Ahok, tidak perlu berkampanye karena sudah banyak orang yang memakinya.
Hal itu, dianggapnya sebagai promosi gratis.
"Sosmed juga tidak usah kita gerakin, orang udah caci maki kita juga promosi toh. Jadi lawan keluarin caci maki juga promosi kok," kata Ahok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pasangan-ahok-djarot-cagub-cawagub-pdi-perjuangan_20160928_161955.jpg)