Tewas Usai Ngopi

Simpatisan Jessica Datangi Rutan Bawa Rosario dan Buku Doa

Sekitar 50 orang simpatisan datang ke Rumah Tahanan Negara Klas II A Jakarta Timur, Minggu pagi.

Simpatisan Jessica Datangi Rutan Bawa Rosario dan Buku Doa
Tribunnews.com/Glery Lazuardi
Maria Elska, salah satu simpatisan Jessica Kumala Wongso ditemui di depan Rumah Tahanan Negara Klas II A Jakarta Timur, Minggu (9/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jessica Kumala Wongso, terdakwa kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin, menerima dukungan moril dari sejumlah orang pada hari ulang tahunnya ke-28 yang dirayakan, Minggu (9/10/2016).

Sekitar 50 orang simpatisan datang ke Rumah Tahanan Negara Klas II A Jakarta Timur, Minggu pagi. Namun karena keterbatasan tempat hanya empat simpatisan yang dapat masuk.

Di antara mereka membawa kue ulang tahun, tumpeng, rosario, buku doa dan surat sebagai tanda dukungan.

Perwakilan simpatisan Jessica masuk ke rutan bersama dengan Imelda Wongso, ibu kandung Jessica, dan Hidayat Boestam, penasihat hukum.

"Rombongan memberikan dukungan moril untuk Jessica. Dia ultah hari ini. Hari bahagianya. Kami mau berdoa untuk dia," ujar Maria Elska, salah satu simpatisan ditemui di depan Rumah Tahanan Negara Klas II A Jakarta Timur, Minggu (9/10/2016).

Di kesempatan itu, dia membawa buku doa, rosario, dan surat sebagai tanda dukungan. Namun, dia tak dapat memberikan secara langsung sehingga hanya dapat disampaikan kepada pihak pengelola rutan.

Dia berharap supaya Jessica dapat menjalani cobaan. Sebab, dia menilai teman satu kampus Mirna di Billy Blue Collage itu merupakan korban dari peradilan sesat di Indonesia.

"Hari penuh kebahagiaan. Semoga, dia tabah, tawakal, sabar, karena saya mengetahui dia bukan pelaku. Saya sebagai katolik membawa hadiah buku doa dan rosario karena hanya satu tangan Tuhan saja. Hanya satu yang harus dia pegang percaya kepada Tuhan," kata dia.

Meskipun tidak dapat masuk ke dalam rutan, tetapi Maria bersama dengan simpatisan lain tidak pulang. Mereka memilih berada di depan pintu masuk rutan sambil menunggu perwakilan simpatisan yang masuk ke luar rutan.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved