Breaking News:

Titim: Ada Lima Lubang Peluru di Dada Anak Saya

Asep tewas tanpa didahului pembuktian terlibat pengeroyokan atau tidak.

Taufik Ismail/Tribunnews.com
Keluarga Asep Sunandar yang Tewas dengan 12 Luka Tembakan Aparat Mengadu ke Komnas HAM, Jakarta, Senin (10/10/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Titim Fatimah kaget begitu melihat anaknya, Asep Sunandar (25) terbujur kaku di ruang jenazah RSUD Cianjur, Jawa Barat pada 10 September lalu.

Ia tidak pernah membayangkan anaknya akan tewas secara mengenaskan dengan 12 luka tembakan.

"Saya kaget mengapa anak saya begini, ada banyak lubang peluru didadanya," kata Titim di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta, Senin, (10/10/2016).

Yang lebih nahas lagi menurut Titim ada satu lubang luka yang hingga dimandikan darahnya terus mengucur.

Hal tersebut membuat ia tak kuasa menahan tangis saat memandikan jenazah.

"Ada satu lubang luka tidak tahu karena apa, darahnya terus mengucur," ujarnya.

‎Titim mengatakan Asep merupakan anak ketiga dari lima bersaudara.

Selama ini ia bekerja serabutan dan tidak pernah terlibat geng motor.

"Bukan saya mau belai-belain anak saya, tapi kalaupun ia memang salah seharusnya diadili, dibuktikan dulu, bukan ditembak begitu, dia juga manusia," katanya.

Sebelumnya Asep yang dituduh polisi merupakan anggota geng motor dan terlibat pengeroyokan, tewas dengan 12 tembakan disekujur tubuhnya pada 10 September 2015 sesaat setelah ditangkap polisi.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved