Pilgub DKI Jakarta

Budiman Sudjatmiko: Kebijakan Ahok Sering Di-framing Pro Pengusaha oleh Lawan

Ini juga berlaku dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, terutama terkait kebijakan-kebijakan Gubernur Petahana Ahok.

Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Anggota Komisi II DPR RI, Budiman Sudjatmiko. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI-P) Perjuangan yang juga aktifis reformasi 1998, Budiman Sudjatmiko menyebut bahwa framing atau pembentukan persepsi adalah faktor utama penentu kesuksesan komunikasi politik.

Hal ini menurut anggota DPR RI periode 2014-2019 ini juga berlaku dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, terutama terkait kebijakan-kebijakan Gubernur Petahana Ahok.

“Ide, fakta, dan gagasan politik apapun, tidak akan bisa dikomunikasikan dengan baik kepada publik tanpa framing yang tepat. Meskipun idenya sangat bagus dan telah diimplementasikan dengan bagus pula, persepsi masyarakat menjadi sangat penting.

Misalnya saja Ahok, sebagus apapun program pembangunan yg dia lakukan bila framing-nya bukan untuk kepentingan rakyat, maka akan mendapat perlawanan,” kata Budiman di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (10/11/2016) seperti keterangannya ke Tribunnews.com.

Hal ini menurut Budiman kerap digunakan pihak lawan sebagai senjata untuk menjatuhkan program-program Ahok yang sebenarnya bagus.

“Seringnya kebijakan pembangunan Ahok di-framing pihak lawan sebagai kepentingan atau pesanan dari pengusaha,” ujarnya.

Budiman memaparkan hal ini di sela-sela menjadi pemateri dalam acara ormas kepemudaan Partai Nasdem, Garda Pemuda Nasdem di Samarinda, Kalimantan Timur. Meskipun merupakan kader PDI-P, Budiman rupanya tak segan berbagi ilmu kepada kader muda partai lain.

“Indonesia butuh politisi-politisi muda yang cerdas dan berintegritas apapun latar belakang ideologi dan partainya. Jadi nanti kita bertarung ide. Enggak ada lagi saling serang yang tidak substantif. Untuk itu saya selalu siap berbagi ilmu dengan siapa saja,” kata Budiman.

Acara ini merupakan pelatihan manajemen politik yang diselenggarakan Partai Nasdem untuk kader-kader mudanya dan menghadirkan sederet pembicara mulai dari akademisi, praktisi hingga anggota partai dari negara lain di regional ASEAN.

Selain dari jajaran pengurus dan pegiat Garda Pemuda Nasdem dan Partai Nasdem sendiri, acara ini juga mengundang kalangan mahasiswa, di antaranya dari Universitas Mulawarman dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved