Rabu, 27 Mei 2026

Anak Lima Tahun Diperkosa Tujuh Bocah di Jakarta

Dugaan pemerkosaan itu terungkap setelah GS mengeluh perih dan sakit setiap kali buang air kecil.

Tayang:
Editor: Hasanudin Aco
KOMPAS
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anak perempuan, GS (5), dilaporkanmenjadi korban pemerkosaan tujuh bocah laki-laki di lingkungan tempat tinggalnya di kampung padat hunian Prumpung, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Para pelaku berusia 9-11 tahun dan duduk di sekolah dasar.

Dugaan pemerkosaan itu terungkap setelah GS mengeluh perih dan sakit setiap kali buang air kecil.

Ayah GS yang berprofesi sebagai petugas kebersihan di Kalibata menceritakan keluhan anaknya itu kepada tetangga, salah satunya Adam (31).

Baca: Polisi Tembak Pelaku Pelecehan Anak

Baca: Koleksi 6000 Foto Pelecehan Anak, Pedofil Australia Ini Juga Targetkan Foto USG

Dengan bantuan Adam, GS dibujuk untuk mengungkapkan peristiwa yang menyebabkan sakit pada kelaminnya.

GS pun mengaku diperkosa dua kali oleh SP (11). Kejadian pertama, sekitar tiga pekan silam, dilakukan SP di sebuah rumah kosong di lingkungan tempat tinggal mereka.

Sepekan setelah kejadian pertama, GS kembali diperkosa SP, ditambah juga enam teman SP, yang semuanya bocah laki-laki. Kejadian kedua juga terjadi di rumah kosong itu.

Saat itu, satu bocah berjaga di pintu depan rumah kosong.

"Para pelaku ini secara bergantian berjaga di pintu depan rumah kosong itu untuk mengawasi situasi di luar," kata Adam.

Adam melaporkan dugaan pemerkosaan itu ke Polres Jakarta Timur, Kamis (20/10/2016).

Untuk keperluan penyelidikan, GS menjalani pemeriksaan visum di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

"Penjelasan dari rumah sakit, ditemukan adanya kekerasan seksual pada GS," kata Adam.

Saat dikonfirmasi, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Kepolisian Resor Jakarta Timur Ajun Komisaris Endang Sri Lestari mengatakan, pihaknya telah memperoleh laporan ada balita yang mengalami kekerasan seksual tujuh bocah laki-laki.

"Sementara ini, saya masih menunggu hasil visum resmi dan anak buah saya akan melanjutkan pemeriksaan kepada korban," kata Endang yang mengaku sedang berada di Riau untuk suatu acara dinas.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan pelaku kekerasan seksual itu ketujuh bocah tersebut, pihaknya akan mengambil langkah-langkah penanganan kekerasan yang melibatkan anak.

Sesuai aturan penyidikan, jika pelaku kekerasan seksual itu juga anak-anak, penyidik akan menggandeng Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Kementerian Sosial.

"Jika memang pelaku itu juga anak-anak, mereka harus didampingi Bapas selama menjalani pemeriksaan. Mereka juga akan menjalani konseling yang akan ditangani Kementerian Sosial," tutur Endang. (MDN)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 21 Oktober 2016, di halaman 27 dengan judul "Anak Lima Tahun Diperkosa Tujuh Bocah".

Sumber: KOMPAS
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved