Antasari Bebas Bersyarat

Sipir Lapas Tangerang Akan Kenang Gaya Bercanda Antasari

Selama bertahun-tahun menginap di lapas tersebut, Antasari tidak hanya berinteraksi dengan sesama narapidana

Sipir Lapas Tangerang Akan Kenang Gaya Bercanda Antasari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar memberikan konferensi pers usai keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten, Kamis (10/11/2016). Antasari Azhar mendapat pembebasan bersyarat menjalani hukuman penjara selama 6 tahun karena disebut menjadi otak pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah tujuh tahun mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Tangerang, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar dapat menghirup lagi udara bebas dengan status bebas bersyarat.

Selama bertahun-tahun menginap di lapas tersebut, Antasari tidak hanya berinteraksi dengan sesama narapidana. Para sipir pun sering menjadi teman bercengkrama mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan ini.

Seorang sipir yang enggan menyebut namanya, masih ingat jelas bagaimana perasaan saat pertama kali berjumpa Antasari.

Sipir itu sempat mengira mantan pimpinan lembaga antirasuah itu merupakan sosok yang kaku.

"Kalau kita lihat di berita-berita dulu, beliau kesannya tegas. Tahunya senang bercanda orangnya," sebutnya tidak lama setelah Antasari meninggalkan Lapas Tangerang.

Pegawai Kementerian Hukum dan HAM itu pun sering terkecoh dengan gaya bercanda mantan jaksa itu.

"Kalau lagi ngobrol, gayanya serius tapi bisa tiba-tiba jadi bercanda," kenangnya sembari tersenyum.

Namun, dia tidak berkenan membagi satu candaan yang pernah dilontarkan Antasari. Dia hanya menyebut candaan bapak dua anak itu tidak lepas dari dunia hukum.

Selain guyonan dari Ketua KPK jilid kedua, sebagai sosok yang dihormati seluruh penghuni Lapas, Antasari kerap menjadi tempat curahan hati. Hal itu dibenarkan Kepala Lapas Tangerang, Arpan.

"Beliau kan lebih berpengalaman dengan kami-kami di sini. Jadi banyak dimintai nasihat," sebutnya.

Penulis: Valdy Arief
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved