Aktivis Muda Lintas Agama Sepakat Bersatu Jaga Keutuhan NKRI

Gabungan aktivis muda lintas agama dari perwakilan kelompok Cipayung menyatakan sepakat bersatu untuk menjaga keutuhan NKRI.

Aktivis Muda Lintas Agama Sepakat Bersatu Jaga Keutuhan NKRI
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gabungan aktivis muda lintas agama dari perwakilan kelompok Cipayung menyatakan sepakat bersatu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mereka adalah Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (PP GMKI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Aktivis IMM, Agus Pamuji mengatakan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI yakni mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Indonesia juga memiliki Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan ikatan kemajemukan yang Indonesia miliki.

"Cara merawat kemajemukan bangsa Indonesia adalah dengan belajar menerima ke-Bhinnekaan itu sendiri sebagai sebuah kenyataan agar menjadi kekuatan. Saya pun berpikir kita tidak boleh mengkhianati Pancasila, UUD 1945 dan bisa mengimplementasikan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika," kata Agus dalam pernyataannya, Sabtu (19/11/2016).

Agus juga menyoroti polemik proses hukum calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kini sudah ditetapkan tersangka oleh pihak Kepolisian.

Agus mengajak semua pihak untuk menyerahkan segala proses hukum Ahok itu kepada lembaga penegak hukum.

"Kita sebagai negara hukum, jadi segala proses yang terjadi hari ini serahkan saja ke pihak hukum. Biarkan proses hukum Indonesia berjalan dengan baik," ujar Agus.

Agus berharap gerakan wacana demo-demo susulan nantinya tidak terprovokasi elite-elite politik yang sengaja menungganginya.

"Kita kaum muda harus lebih kritis dan mendalami isu terkait seperti ini. Jangan mau ada pihak yang memanfaatkannya," ujar Agus

Sementara itu, Ketua Bidang Menko Kesra PB HMI, Mansyur Harahap mengaku terkesan dengan pesan Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni 'Tidak penting apapun agama atau sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu'.

"Saya harus mengatakan pesan Gus Dur yang masih terkesan hingga sekarang," ucap Mansyur.

Penulis: Muhammad Zulfikar
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved