Breaking News:

Separuh Dari Total Laporan yang Diterima Ombudsman Terkait Pungli

Komisoner Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengatakan hampir setengah dari total laporan yang masuk ke lembaganya berkaitan dengan pungutan liar (Pungli)

TRIBUNNEWS/ADIATMA
Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alamsyah Saragih 

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisoner Ombudsman RI Alamsyah Saragih mengatakan hampir setengah dari total laporan yang masuk ke lembaganya berkaitan dengan pungutan liar (Pungli).

Menurutnya kurang lebih sekitar 53,9 persen berpotensi berkaitan dengan Pungli.

"Pungli yangs saya bilang tadi, hampir setengah laporan yang diterima Ombudman punya relasi dengan pungli,‎" katanya dalam diskusi di Kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (26/11/2016).

Dari jumlah tersebut sebanyak 6,3 persen laporan berisikan pungutan uang tidak resmi secara langsung.

Ada permintaan uang agar mendapatkan pelayanan yang sudah seharusnya diberikan.

‎Sementara, sekitar 30 persen potensi Pungli yakni dengan penundaan pelayanan secara berlarut-larut dan dipersulit kepengurusannya.

"Jadi setelah diberi uang baru dikerjakan dengan cepat," katanya.

Menurut Alamsyah dari laporan tersebut hampir berada di setiap lembaga pemerintahan.

Hanya saja yang paling banyak terdapat pada lembaga penegak hukum.

"Tapi kalau yang meminta uang secara langsung paling banyak di sektor pendidikan‎ yakni 45 persenan, " katanya.

‎Sebelumnya Pemerintah melalui peraturan presiden nomor 87 tahun 2016 membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

Satgas tersebut bertugas memberantas praktik pungutan liar, dengan mengoptimalkan pemanfaatan personel, satuan kerja, sarana dan prasarana.

Baik yang berada di kementerian atau lembaga maupun pemerintahan daerah.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved