Breaking News:

Pilgub DKI Jakarta

Bawaslu Sebut Program Rp 1 Miliar Per RW Agus-Sylvi Sebagai Politik Uang

Oleh karena itu, program tersebut dianggap sebagai salah satu pelanggaran kampanye.

TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta 2017-2022, Agus Yudhoyono menggelar konfrensi pers mengenai hari Sumpah Pemuda di Restoran Bunga Rampai, Jl. Teuku Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2016). Agus berharap para pemuda DKI Jakarta membawa perubahan untuk DKI Jakarta yang lebih baik. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menyatakan, program Rp 1 miliar per RW yang dicanangkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nomor pemilihan satu, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, sebagai politik uang.

Oleh karena itu, program tersebut dianggap sebagai salah satu pelanggaran kampanye.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti menjelaskan, rencana program Rp 1 miliar per RW dikategorikan sebagai politik uang karena program tersebut tidak tercantum dalam visi dan misi yang dilaporkan Agus-Sylvi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta.

"Apa yang disampaikan Pak Agus saat itu tidak tercatat dalam visi misi," kata Mimah di Hotel Grand Cemara, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (1/12/2016).

Meski dinyatakan sebagai politik uang, Mimah menyatakan tidak ada unsur tindak pidana dalam program Rp 1 miliar per RW yang dijanjikan Agus-Sylvi.

Oleh karena itu, pelanggaran tersebut dilaporkan ke KPU DKI sebagai pelanggaran administrasi.

"Kami (Bawaslu) duga ada dugaan pelanggaran administrasinya. Maka, dugaan itu kami teruskan pada KPUD. Sanksinya kami serahkan pada KPUD," kata Mimah.(Alsadad Rudi)

Editor: Johnson Simanjuntak
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved