Kebijakan Bebas Visa, WNA Asal China Terbanyak Masuk Ibukota
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Endang Sudirman mengatakan WNA asal China paling banyak memasuki ibukota.
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yurike Budiman
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak berlakunya kebijakan bebas visa pada 10 Maret 2016 lalu, hal ini membuat jumlah warga negara asing (WNA) ke Indonesia membludak, khususnya yang masuk ke DKI Jakarta.
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta Endang Sudirman mengatakan WNA asal China paling banyak memasuki ibukota.
"Dari China yang paling banyak. Kedua dari Korea, Jepang, bahkan dari Eropa," kata Endang dalam diskusi "Menakar Penyalahgunaan Izin Imigrasi Terhadap Ketahanan Nasional" di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (21/12/2016).
Menurutnya, WNA yang datang ke Jakarta, umumnya memang dalam rangka wisata walaupun ada juga yang di luar izin kunjungan.
"Tapi yang muncul di permukaan tentang kunjungan WNA paling banyak ya dari China," ujarnya.
Sementara, dari laporan kantor wilayah imigrasi, penyebaran WNA terbanyak berada di Jakarta Selatan.
"Lalu (Jakarta) Barat, Utara, kemudian Pusat, dan sedikit di Timur," kata Endang.
Ia menegaskan pengawasan terhadap WNA yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta akan dilakukan dengan penindakan jika terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian.
Di kesempatan yang sama, Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Tato Juliadin menjelaskan pihaknya telah melakukan deportasi sekitar 100 orang WNA, setelah tindakan projustisia dilakukan.
"Ada beberapa warga China, sudah inkrah, sudah dideportasi. Kalau warga China banyak ke Indonesia mungkin di daerah-daerah lain, tapi memang ada peningkatan signifikan," pungkas Tato.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/enam-wna-asal-china_20161128_202831.jpg)