Breaking News:

Miss Universe Iris Mittenaere Ikut Salurkan Bantuan Sosial Non Tunai

Mensos mengajak Iris menyaksikan secara langsung proses transaksi penyaluran bansos bersama Direksi BNI dipandu oleh petugas BNI.

Istimewa
Miss Universe Iris Mittenaere bersama-sama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT) di Agen Ahmad Syafei Efendi, Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Miss Universe Iris Mittenaere bersama-sama Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Non Tunai (BPNT) di Agen Ahmad Syafei Efendi, Radio Dalam Raya, Jakarta Selatan.

Mensos mengajak Iris menyaksikan secara langsung proses transaksi penyaluran bansos bersama Direksi BNI dipandu oleh petugas BNI.

Bantuan sosial PKH Non Tunai di DKI Jakarta disalurkan kepada 53.124 KPM dengan jumlah bantuan sebanyak Rp 100.404.360.000. Sementara BPNT disalurkan kepada 212.948 KPM dengan jumlah bantuan sebesar Rp281.091.360.000

Dalam kegiatan teraebut sebanyak 179 KPM hadir dari Kelurahan Gandaria Utara Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Saya sangat senang bisa bertemu ibu-ibu (penerima PKH, red) dan saya berharap semoga bantuan ini membawa kesejahteraan kepada Anda semua," tutur Iris dalam bahasa Prancis.

"Apresiasi saya kepada Miss Universe Iris Mittenaere yang hari ini berada di tengah-tengah para ibu penerima manfaat PKH, kepeduliannya terhadap isu pemberdayaan perempuan dan pengentasan kemiskinan di Indonesia," kata Mensos dalam sambutannya.

Mensos mengungkapkan PKH merupakan salah satu program untuk mempercepat pemerataan dan mengurangi kesenjangan sosial ekonomi. PKH mempunyai keunggulan dilihat dari penetapan kriteria penerima yakni sembilan persen kelompok termiskin sehingga lebih tepat sasaran.

Mensos mengatakan dalam aspek penggunaan, ada pendampingan oleh pendamping PKH. Dalam aspek penyaluran melalui jasa bank lewat rekening, bersifat non tunai sehingga terjadi perubahan mind set atau pola pikir Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dalam aspek pemanfaatan untuk mengejar ketertinggalan dalam Index Pembangunan Manusia Indonesia (Human Development Index) terutama aspek pendidikan dan kesehatan karena dalam PKH terdapat komponen biaya sekolah anak dan kesehatan ibu hamil atau melahirkan. Berdasarkan studi Bank Dunia program ini berhasil atau berkontribusi dalam penurunan kemiskinan. Indonesia termasuk negara yg sukses meningkatkan HDI dimana saat ini indeksnya 0,693 poin.

"PKH meningkatkan harga diri, kepercayaan dan barganing posisiton terhadap laki-laki karena dia pegang rekening atau punya uang. Pada akhirnya ketenangan hidup dan adanya harapan yang lebih baik akan meningkatkan kualitas hidup manusia," ujar Mensos.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved