Breaking News:

Rogoh Kocek Sendiri hingga Rp 840 Juta untuk Kalijodo, Daeng Jamal tak Minta Ganti ke Pemprov DKI

"Setiap hari saya keluarkan sekitar Rp 6-7 juta untuk mereka. Satu orang dibayar antara Rp 75.000 sampai Rp 100.000," kata Daeng Jamal.

"Ada yang tadinya germo, ada yang punya kafe, ada juga yang PSK," ungkap Daeng Jamal.

Daeng Jamal mengatakan, 65 orang yang kini jadi anak buahnya untuk mengurus Kalijodo tadinya merupakan anak buah Daeng Azis dan beberapa penguasa bisnis gelap lainnya di Kalijodo.

"Mereka kan hilang mata pencahariannya. Sekarang mereka memilih ikut saya," kata Daeng Jamal.

Ia sengaja memberdayakan orang-orang itu agar arah kehidupannya berubah.

"Saya anggap mereka saudara," ujar Daeng Jamal.

Daeng Jamal kini sedang mendorong agar ke-65 orang itu bisa mendapat gaji dari Pemprov DKI Jakarta.

Usaha awalnya adalah dengan mengundang UPT parkir memasang mesin parkir meter di sana.

Kemudian 10 dari 65 anak buahnya dijadikan petugas parkir meter.

Maksudnya agar kemudian digaji oleh UPT Parkir.

Tapi sampai sekarang, 10 orang itu belum digaji juga, sehingga masih diupah oleh Daeng Jamal setiap hari.

"Ya tak apa-apa lah. Nanti kan perlahan semuanya akan menjadi lebih baik dan teratur. Apapun yang terjadi nanti dan siapapun pengurusnya, saya hanya minta Pemprov DKI memprioritaskan orang-orang asli Kalijodo yang dulu berkecimpung di bisnis gelap," tutur Daeng Jamal.

Dia ingin pekerja seks komersial (PSK) yang dulu berkeliaran di Kalijodo bisa mendapat tempat untuk berdagang di Lokbin KUMKMP RTH Kalijodo.

"Sekarang sudah ada 7-8 bekas PSK yang dapat lapak berdagang di RTH Kalijodo," ucap Daeng Jamal.

Simak ucapan Daeng Jamal dalam tayangan video di atas. (*)

Editor: Sapto Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved