Breaking News:

Djarot Imbau PNS yang Tak Betah Kerja di Pemprov DKI Lebih Baik Keluar

Djarot Saiful Hidayat mengatakan, akan bertindak tegas soal pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak masuk alias bolos setelah libur bersama Lebaran 2017

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hasanudin Aco
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat memberikan pengarahan kepada seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017). Dalam arahannya, Mantan Wali Kota Blitar itu menekankan untuk memprioritaskan penyelesaian proyek-proyek infrastruktur, seperti proyek simpang susun Semanggi dan pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di beberapa titik. TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, akan bertindak tegas soal pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak masuk alias bolos setelah libur bersama Lebaran 2017.

Djarot mengancam, jika PNS yang bolos akan dipotong tunjangan kinerja daerah (TKD).

"Saya belum dapat laporan secara detail. Secara global okelah. Ada 1.000 lebih, bagus, enak banget, nanti detail kayak apa, tinggal potongin aja duitnya, TKD-nya, masuklah kas daerah, ya enggak? Sambil beri peringatan pertama, kedua, setelah itu saya panggil," kata Djarot di kantor Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2017).

Djarot mempersilahkan kepada PNS yang membolos jika tidak merasa nyaman bekerja di Pemprov DKI Jakarta untuk mengundurkan diri.

Baca: Cerita Djarot Terima Laporan Abal-abal dari Anak Buahnya

"Kalau enggak kerasan tinggal di Jakarta, enggak kerasan di Pemprov Jakarta, ya silakan keluar. Enak toh, senang saya, bagus," kata Djarot.

Lebih lanjut Djarot menambahkan, dirinya akan melihat datanya saja dan kemudian uang yang dipotong akan dimasukkan ke dalam kas daerah.

"Enak banget aku. Nanti liat kaya apa tinggal potongin aja duitnya TKD-nya. Masuklah kas daerah sambil diberi peringatan pertama kedua," kata Djarot.

Djarot mengatakan pihaknya sudah memberikan cuti selama 10 hari.

Hal ini agar mengurangi kekurangan libur bekerja.

Karena Djarot sendiri menyadari jika 10 hari libur itu sudah lama.

"Bayangin sudah cuti 10 hari libur apa masih kurang. Apa perlu 15 hari 30 hari. Saya aja 10 hari bingung mau ngapain," kata Djarot.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved