Sandiaga: Akar Permasalahan Bullying adalah Kepemimpinan

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, Sandiaga Uno menilai akar permasalahan adanya bullying pada siswa sekolah adalah kepemimpinan.

Sandiaga: Akar Permasalahan Bullying adalah Kepemimpinan
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahudin Uno sebelum menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Jakarta, Jumat (14/7/2017). Sandiaga Uno diperiksa sebagai saksi sebagai Komisaris PT Duta Graha Indah yang kini berubah nama menjadi PT Nusa Konstruksi Engineering terkait kasus dugaan korupsi pembangunan RS Udayana. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022, Sandiaga Uno menilai akar permasalahan adanya bullying pada siswa sekolah adalah kepemimpinan.

Menurut Sandi dengan kepemimpinan yang baik maka bullying tidak akan terjadi.

"Dr Arief Rachman yang kemarin banyak memberikan masukan, kebetulan juga paman saya, meneladani, mempelopori sekolah lab school yang sampai hari ini tidak ada bullying, dan saya menanyakan akar permasalahan. Akar permasalahnnya itu, leadership, ‎" kata Sandi di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, (18/7/2017).

Menurut Sandi pihak sekolah harus tegas apabila ada aksi bullying dilakukan anak didiknya.

Harus diberlakukan sistem reward dan punishment di sekolah terkait aksi bullying.

Baca: Djarot Minta Pelajar Pelaku Bullying Dikembalikan ke Orangtua

Untuk siswa yang melakukan aksi bullying tidak hanya diberi sanksi namun diberi pengertian dan pemahaman agar tidak melakukan hal serupa di kemudian hari.

‎"Jadi kita buuh leadership yang tegas, waktu saya ikut masa orientasi siswa di lab school, itu ngajarin mereka cinta sama pancasila, dengan kegiatan seperti itu mungkin siswa yang penuh energi ini mengkanalisasi kegiatannya itu sejauh kegiatan positif," pungkasnya.

Sebelumnya aksi bullying kembali terjadi. Bermula dari saling cek-cok, seorang siswi SMP di-bullying di Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Video bullying, sempat viral di media sosial.

Kanit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang Kompol Mustakim menerangkan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (14/7/2017) sekitar pukul 13.30 WIBdi lantai 3A Thamrin City.

Kejadian bermula karena korban berinisial SB sempat adu mulut sama salah satu terduga pelaku, seorang perempuan.

"Besoknya, korban dihadang di dekat sekolah dan disuruh datang ke Thamrin City," ujar Mustakim saat dikonfirmasi wartawan, Senin (17/7/2017).

Saat korban di Thamrin City, pelaku bersama rekan-rekannya, sudah menunggu korban. Setelah itu, terjadi kekerasan terhadap SB oleh para pelaku. Pihak korban telah membuat laporan polisi di Polsek Metro Tanah Abang.

"Sudah, pokoknya sekarang lagi penyelidikan," kata Mustakim.

video bullying tersebut beredar di media sosial. Video memperlihatkan adanya bullying terhadap siswi SMP. Video berdurasi 50 detik itu, menunjukan beberapa siswa SMP mengeroyok satu siswi yang menggunakan seragam putih.

Siswi itu mendapat kekerasan dari sejumlah siswa-siswi lain. Siswi itu, tak melakukan perlawanan. Bahkan, siswi tersebut disuruh mencium tangan siswa dan siswi yang membullynya. Disebutkan, bahwa lokasinya di Thamrin City.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved