Sembilan Pelaku Perundungan Siswa SD Hari Ini Diperiksa di Mapolsek Tanah Abang

Dunia pendidikan Indonesia tercoreng aksi perundungan atau bullying. Setelah melakukan bullying, para pelakumenyebarluaskan rekaman ke media sosial.

Sembilan Pelaku Perundungan Siswa SD Hari Ini Diperiksa di Mapolsek Tanah Abang
Tribun Jogja/Khaerur Reza
Mahasiswa Dema Justicia Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada menggelar aksi teatrikal, orasi hingga bagi boneka, untuk mengingatkan masyarakat akan bahaya perundungan atau bullying. Aksi berlangsung di Simpang Empat Nol Kilometer, Yogyakarta, Minggu (13/11/2016). TRIBUN JOGJA/KHAERUR REZA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dunia pendidikan Indonesia tercoreng aksi perundungan atau bullying. Setelah melakukan perbuatan tercela tersebut, para pelaku tak segan menyebarluaskan rekaman ke media sosial.

Insiden pertama, seorang mahasiswa dari Universitas Gunadarma berkebutuhan khusus, Farhan, dibully oleh teman-temannya. Peristiwa itu diduga terjadi di Universitas Gunadarma.

Dalam video itu, terlihat seorang mahasiswa tampak menahan ransel korban hingga dia tidak bisa berjalan. Mahasiswa lain yang ikut melakukan bullying terdengar meneriaki korban.

Insiden kedua, SW (12), siswa kelas VI di SDN Kebon Kacang 003, Tanah Abang, Jakarta Pusat menjadi korban bullying yang melibatkan 15 siswa SD dan SMP.

Siswi berseragam putih itu mengalami pelecehan tanpa melakukan perlawanan.

Pada akhir video berdurasi 50 detik itu, siswi disuruh mencium tangan siswa dan siswi yang membullynya. Dari keterangan video, disebutkan lokasinya di Thamrin City, Jumat (14/7/2017).

"Kami menyayangkan itu terjadi di kampus yang melanggar norma dan etika yang berlaku secara universal, bahwa kami harus saling menghargai apalagi menimpa mahasiswa yang ditengarai berkebutuhan khusus," tutur Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad, Senin (17/7/2017).

Korban bernama Farhan terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informatika angkatan 2016. Dia diketahui kerap menjadi sasaran bully oleh rekan sejawat.

Setelah kejadian itu, pihak Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sudah berkoordinasi dengan Universitas Gunadarma.

Halaman
123
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved