Breaking News:

Pengeroyok yang Menewaskan Rosim Ditembak Karena Melawan

Ia menambahkan, saat tersangka MA diminta menunjukan rumah pelaku lain, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

Editor: Hendra Gunawan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Pelaku pengeroyokan didor petugas karena melawan dan coba melarikan diri. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG -- Tersangka pengeroyokan di Kampung Beji, Desa Kosambi, Kecamatan Sukadiri, Kabupatan Tangerang, beberapa waktu lalu, satu per satu diringkus Satreskrim Polresta Tangerang.

Sebelumnya, polisi meringkus 3 tersangka, yang masing-masing berinisial TZ, AS, dan SF yang sudah masuk peroses peradilan.

Baru-baru ini, petugas kembali meringkus tersangka ke- 4 berinisial MA.

Baca Juga: Mayat Istri Kades Dibuang di Hutan Jati, Mobilnya Ditinggal di Pasar Krian

"Total, tersangka ada 8 orang, sisa 4 orang masih kita kejar. Mereka diduga merupakan pelaku pengeroyokan terhadap korban dengan nama Rosim. Atas pengeroyokan itu korban meninggal dunia. MA kami ringkus tadi malam," kata Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Gunarko saat dikonfirmasi Warta Kota, Rabu (9/8/2017).

Pelaku pengeroyokan didor petugas karena melawan dan coba melarikan diri. (Warta Kota)
Gunarko menjelaskan, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, diketahui para tersangka selalu berpindah-pindah tempat.

Para pelaku mengaku, sempat bersembunyi di daerah Jawilan, Kabupaten Serang.

"Tim Opsnal Jatanras dapat memastikan keberadaan pelaku MA kembali dan sedang bersembunyi di kediamannya di daerah Sukadiri Tangerang. Tim kemudian langsung melakukan penangkapan," ucapnya.

Ia menambahkan, saat tersangka MA diminta menunjukan rumah pelaku lain, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

"Kami mengambil tindakan tegas, tepat, dan terukur dengan melakukan tembakan mengarah ke kaki sebelah kanann setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali dengan tujuan untuk melumpuhkan pelaku," kata Gunarko.

Tersangka MA merupakan salah satu dari 8 pelaku pengeroyokan mengakibatkan orang mati. Adapun peran tersangka yakni memukul, menendang, dan mendorong korban sehingga terjatuh ke sungai.

Menurut Gunarko, pelaku juga mengangkat kembali korban dari sungai lalu melanjutkan pengeroyokan bersama tersangka lainnya, sehingga korban meninggal dunia.

"Tersangka lain yang sudah diketahui identitasnya akan terus kami kejar. Selanjutnya, dilakukan pemberkasan agar segera bisa diproses ke Pengadilan," paparnya. (Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved