Breaking News:

Seniman Teguh Ostenrik Ingin Karyanya Dijadikan Bagian dari Kegiatan Seni Di RPTRA-RTH Kalijodo

Ia mengatakan bahwa dirinya telah membicarakan rencananya tersebut kepada Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Michael von Ungern-Sternberg.

Tribunnews.com / Fitri Wulandari
Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat meninjau bongkahan Tembok Berlin dan Patung Menembus Batas yang dipajang di RTH Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (26/9/2017), ditemani oleh sang Seniman Teguh Ostenrik, serta Duta Besar Jerman untuk Indonesia Michael von Ungern-Sternberg. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seusai meminjamkan Tembok Berlin dan Patung Menembus Batas miliknya kepada Pemprov DKI dengan meletakkannya di antara Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo, Seniman Teguh Ostenrik membeberkan harapannya.

Ia mengatakan bahwa dirinya telah membicarakan rencananya tersebut kepada Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Michael von Ungern-Sternberg.

Rencana tersebut adalah dengan menggelar konser ataupun kegiatan seni lainnya yang bisa menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke RPTRA-RTH Kalijodo.

"Tadi saya bicara dengan Pak Dubes, kemungkinan dari Kedutaan (Jerman) bisa bikin konser disini, Teater Koma, Pertunjukan, boleh, nggak ada masalah," ujar Teguh, saat ditemui di RPTRA-RTH Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (26/9/2017).

Pria lulusan Hochschulle der Künste, Berlin Barat, Jerman tersebut menegaskan, nantinya jika Patung Menembus Batas karyanya itu telah dikunci melalui proses las, maka para pemain teater bisa menggunakan patung tersebut sebagai properti mereka.

Menurutnya, patung tersebut sangat kuat lantaran terbuat dari plat baja seberat 700 kilogram.

"Ini nanti kalau sudah dikunci semua (patungnya di las), pemain teater mau teriak-teriak di atas patung, kuat, 700 kg dari pelat baja," tegas Teguh.

Pria yang merogoh kocek hingga nyaris Rp 150 juta untuk memboyong bongkahan Tembok Berlin ke Indonesia itu kemudian memaparkan, para penari juga bisa melakukan adegan loncat karena dirinya telah menambahkan pasir sebagai alas dari rangkaian bongkahan Tembok Berlin dan Patung Menembus Batas.

Tidak hanya itu, pemilik bongkahan Tembok Berlin atau disebut Antifascistischer Schutzwall atau Benteng Antifasis yang kini diletakkan bersama Patung Menembus Batas di RPTRA-RTH Kalijodo itu menuturkan, anak-anak kecil juga bisa ikut bermain di area tersebut.

"Penari mau loncat-loncat nggak apa-apa, makanya dibikin (alasnya) dari pasir, dan anak-anak juga bisa main," kata Teguh.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved