Gubernur DKI Imbau Semua Pihak Bantu dan Lancarkan Gerakan #TrotoarKita

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan program #TrotoarKita sebagai upaya mengembalikan hak dari pejalan kaki.

Gubernur DKI  Imbau Semua Pihak Bantu dan Lancarkan Gerakan #TrotoarKita
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Seorang aktivis Koalisi Pejalan Kaki melakukan aksi peluk pohon di Trotoar Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (22/9/2017). Mereka menolak recana Pemprov DKI Jakarta memidahkan pohon sepanjang jalan tersebut untuk pembangunan dan pelebaran trotoar Ibu Kota akan dimulai pada 8 Oktober 2017 mendatang. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencanangkan program #TrotoarKita sebagai upaya mengembalikan hak dari pejalan kaki.

Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat dalam sambutannya mengimbau semua pihak membantu dan melancarkan gerakan tersebut.

"Semua pihak, saya harapkan melancarkan gerakan #TrotoarKita. Yang hadir disini juga harus mampu menjadi contoh dan pelopor terdepan dalam melaksanakan Tertib Trotoar dan Tertib Lalu Lintas di kehidupan sehari-hari," ujar Djarot di area Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (8/10/2017).

Baca: Gerakan #TrotoarKita, Upaya Pemprov DKI Jakarta Kembalikan Hak Pejalan Kaki

Kegiatan pencanangan #TrotoarKita difokuskan di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga ujung Jalan MH Thamrin, tepatnya dari Patung Pemuda hingga ke Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha.

Djarot juga mengajak para pemilik gedung di sepanjang jalan Sudirman – Thamrin untuk mendukung pengaturan akses jalan alternatif keluar masuk para penghuni gedungnya.

"Dinas Perhubungan Provinsi  DKI Jakarta juga akan bekerjasama dengan Polantas untuk memfasilitasi manajemen rekayasa lalu lintas supaya publik tetap dapat melalui jalan Sudirman – Thamrin dengan lancar," imbuh Djarot.

Dengan dimulainya program penataan ulang jalur pedestrian ini, Jakarta akan memiliki contoh jalur pedestrian memadai yang dapat diteruskan di berbagai wilayah lainnya.

Partisipasi publik diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki sehingga jalur pedestrian akan dijaga bersama-sama.

Proses pengerjaan tata ulang jalur pedestrian ini sendiri akan mulai dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Juli 2018. Pemprov DKI Jakarta akan menutup jalur pedestrian dan jalur lambat yang ada sekarang.

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved