Breaking News:

Gubernur Baru Jakarta

TransJakarta Diminta Berinovasi Cari Rute Atasi Kemacetan

Untuk membahas ini, pada Jumat besok, Anies meminta laporan mengenai problem mitigasi, solusi, dan timeline-nya.

zoom-inlihat foto TransJakarta Diminta Berinovasi Cari Rute Atasi Kemacetan
Warta Kota/Alex Suban
Mobil-mobil pribadi melintas di jalur busway di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/10/2017). Akibat hal ini laju Bus Transjakarta turut terganggu dan terjebak dalam kemacetan. (Warta Kota/Alex Suban)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mengatasi kemacetan arus lalu lintas merupakan salah satu upaya yang akan dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, selama menjabat.

Secara langsung, Mantan Menteri Pendidikan itu meminta kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, untuk menangani. Hal ini, karena Sandiaga dinilai berpengalaman membangun infrastruktur.

"Kami kemarin meninjau beberapa lokasi dan memang ada sedikit keterlambatan ya dari pembangunan infrastruktur, khususnya di enam proyek besar yang lagi dikerjakan sekarang. Ini semua sekarang kita lagi kejar," tutur Sandiaga, Kamis (18/10/2017).

Untuk membahas ini, pada Jumat besok, Anies meminta laporan mengenai problem mitigasi, solusi, dan timeline-nya. Menurut dia, ada kelemahan di perencanaan dan koordinasi, salah satunya infrastruktur.

Selain itu, dia juga mengutamakan transportasi umum. Dia menjelaskan, transportasi umum harus dipastikan dapat melayani masyarakat. Dia meminta Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono, untuk berinovasi.

Baca: Fenomena Kembalinya Setnov Jadi Ketua Umum DPP Partai Golkar

"Cari rute-rute yang TransJakarta bisa merekayasa jalurnya supaya tidak terlalu macet karena ini sekarang ada pembangunan enam proyek besar ini. Be innovative-lah, cari rekayasanya sementara kasih kemudahan kepada warga," kata dia.

Sehingga, dia dapat meyakini warga supaya dapat menggunakan transportasi umum. Hal ini karena transportasi umum tidak terlalu berbeda jauh dibandingkan dengan menggunakan kendaraan pribadi dan jauh lebih terjangkau harganya.

"Dengan begitu ada dua pilar. Satu infrastrukturnya dibangun, nomor dua kesadaran masyarakat menggunakan kendaraan publik. Jadi itu tentang kemacetan lalu lintas," tambahnya.

Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved