Demo di Jakarta
Diimbau Tak Perlu Reuni 212, Panitia: Kalau Begitu Umumkan Juga Tidak Boleh Ada Reuni Sekolah
"Reuni kan mengadakan perayaan setahun kemudian, jadi kalau nanti ada peringatan hari ulang tahun tidak boleh tuh karena itu reuni,"
Penulis:
Seno Tri Sulistiyono
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Panitia Pelaksana Maulid Nabi Muhammad SAW dan Reuni Akbar Alumni 212, Misbahul Anam seakan geram dengan pihak yang melarang dan mengimbau agar tidak perlu dilaksanannya reuni 212.
"Kalau begitu umumkan saja, sekolah-sekolah tidak perlu ada reuni, pemerintah tidak perlu ada reuni, nanti tidak boleh ada peringatan 17 Agustus, silahkan umumkan, saya setuju," ujar Misbahul di Jakarta, Jumat (1/12/2017).
Baca: Panggung Berukuran 16 x 6 Meter Disiapkan Panitia Untuk Acara Reuni Akbar 212
Menurut Misbahul, reuni diadakan sebagai satu perayaan yang pernah terjadi sebelumnya, seperti halnya aksi damai 212 pada 2 Desember 2016 oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Reuni kan mengadakan perayaan setahun kemudian, jadi kalau nanti ada peringatan hari ulang tahun tidak boleh tuh karena itu reuni," ucapnya.
Baca: Begini Rekayasa Lalu Lintas Saat Reuni Akbar Alumni 212 di Monas Besok
Sebelumnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin menilai tidak perlu dilakukan reuni 212 karena hal tersebut dimungkinkan akan disusupi muatan politik.
"Sangat mungkin, karena ini dibangun lagi untuk apa?, masalah Ahok udah selesai?, Berarti ada masalah lain yang ingin di usung, dibangun. Itu tak perlu ya," kata Maruf.
Baca: SETARA Institute: Reuni Akbar 212 Ajang Meningkatkan Nilai Tawar Para Elit Politik
Ia pun mengaku heran dan mempertanyakan untuk apa kegiatan 212 dilaksanakan kembali.
"Justru saya sampaikan pertanyaan, untuk apa ada alumni 212? Untuk apa?. Masalahnya kan sudah selesai. 212 persoalannya Ahok, itu udah selesai. Kenapa bangkit bangkit lagi?," ujar Maruf Amin.